Rabu, 30 Juli 2014

News / Travel

Pariwisata Belitung, Hotel dan Pesawat Masih Terbatas

Sabtu, 5 Mei 2012 | 10:34 WIB

Berita Terkait

TANJUNG PANDAN, KOMPAS.com — Sejak film dan novel Laskar Pelangi meraih ketenaran di kalangan masyarakat Indonesia, Belitung pun mendapatkan dampak dari hal ini. Tiap tahunnya, semakin banyak wisatawan yang datang ke Belitung. Di akhir pekan, jumlah wisatawan yang datang mencapai puncaknya.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Induk, Jas Agung Hariadi, turis yang hendak ke Belitung di akhir pekan sebaiknya telah mendapatkan hotel dan tiket pesawat sebelum berangkat.

"Ke Belitung di hari Jumat, Sabtu, Minggu, pastikan dapat hotel dan tiket pulang, karena biasanya susah carinya. Apalagi seperti bulan Mei ini sampai Juli saat liburan sekolah, agak sulit cari hotel," ungkapnya di Tanjung Pandan, ibu kota Belitung Induk, Jumat (4/5/2012).

Ia mengakui jumlah kamar hotel di Belitung masih terbatas, jika dibandingkan turis yang semakin banyak datang ke Belitung. Selain keterbatasan kamar hotel, lanjut Jas, adanya kendala keterbatasan kapasitas pesawat terbang.

"Tahun 2010 kedatangan wisatawan sebanyak 50.000. Pada 2011, 83.000 orang. Target kami tahun ini 100.000," katanya.

Jas menjelaskan, di Belitung sudah ada enam hotel berbintang. Dalam waktu dekat, Aston akan meresmikan hotel dengan kapasitas 140 kamar. Selain itu, Aerowisata juga tengah membangun resor.

"Sejak pariwisata meningkat, banyak yang buat homestay di Tanjung Pandan atau dekat obyek wisata," tutur Jas.

Sementara itu, untuk pesawat terbang rute Jakarta-Tanjung Pandan sebanyak lima kali penerbangan dalam sehari. Hanya saja, menurut Jas, sering kali pelancong asal Jakarta tak bisa membedakan Tanjung Pandan dengan nama daerah lain.

"Banyak yang nyasar ke Pangkal Pinang (Bangka) dan Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Ada 5 flight sehari. Sriwijaya empat kali, Batavia satu kali. Ini menggunakan pesawat Boeing 737," ungkapnya.

Kabupaten Belitung mengalami pemekaran pada tahun 2000 menjadi Kabupaten Belitung Induk dan Kabupaten Belitung Timur. Menurut Jas, pihaknya bekerja sama dengan Belitung Timur untuk melakukan pengembangan di sektor pariwisata.

"Sebab, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor ekonomi unggulan, selain perikanan dan kelautan, dan perhubungan," tuturnya.

Jas mengatakan, pihaknya masih mengandalkan wisata bahari dengan pantai-pantai kecilnya. Salah satu ikon wisata adalah mercusuar peninggalan Belanda di Pulau Lengkuas.

"Mercusuar dibangun tahun 1882 oleh Belanda dan masih aktif. Perjalanan menuju Pulau Lengkuas 30 menit dan sepanjang jalan akan melihat pulau kecil dan pulau pasir," jelasnya.

Selain itu, tempat wisata favorit lainnya adalah Tanjung Tinggi. Jas juga menuturkan, wisata kuliner menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata. Pada Jumat (4/5/2012), diresmikan pusat wisata kuliner makanan khas Belitung di terminal bus.

"Siang terminal bus, malam pusat kuliner. Kuliner khas Belitung seperti gangan dan mi rebus," ungkapnya.

Potensi lainnya adalah wisata budaya. Sebab, masyarakat Belitung merupakan multietnis. Sehingga, banyak kesenian budaya di Belitung berasal dari daerah-daerah lain, selain juga kesenian asli Belitung.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana