Kamis, 23 Oktober 2014

News / Travel

Soto Branggahan, Dua Mangkuk Baru Kenyang...

Minggu, 6 Mei 2012 | 07:25 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Soto Branggahan, begitulah masyarakat menyebutnya. Masakan berkuah isi daging ayam dengan segala ciri khasnya ini dinamai Branggahan karena hanya dijumpai di desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Isi soto Branggahan menggunakan daging ayam kampong.

Selain itu, yang membedakan dengan jenis soto lainnya adalah kuahnya yang bercampur dengan santan sehingga rasa gurihnya semakin kuat. Ditambah pula racikan bumbu rempah yang tepat. Cara penyajiannya pun tak kalah menarik.

Ukuran mangkuknya tak sebesar sebagaimana wadah penyajian soto pada umumnya, tetapi menggunakan mangkuk kecil yang menyerupai cawan. Sehingga, setidaknya butuh dua mangkuk untuk membuat perut cukup terisi. "Saya gak tahu kenapa mangkuknya kecil, sejak dulu ya begini ini," kata Ilyas, salah satu pedagang soto Branggahan, Sabtu (5/5/2012).

Maklum saja dinamai Branggahan karena di desa yang terletak di Kediri bagian selatan dan hampir berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung ini terdapat puluhan pedagang yang khusus menjajakan soto ini. Mereka menjajakannya di warung-warung tenda semi permanen yang dibangun di sepanjang pinggir jalan. "Kalau ada pertemuan paguyuban, jumlahnya mencapai 51 pedagang soto," ujar Ilyas.

Para pedagang itu umumnya adalah warga sekitar dan telah berjualan soto secara turun temurun. Begitu pula dengan Ilyas, ia dan tiga orang saudaranya sama-sama berjualan soto karena meneruskan usaha kakeknya.

Dari cerita yang selama ini beredar, "sentra soto" tersebut sudah ada sejak tahun 1950. Para pedagang tersebut menjajakannya setiap hari. Bahkan diakhir pekan, jam buka warung bisa bertambah hingga larut malam. Hal ini karena banyaknya pengunjung yang datang. "Rasanya enak dan harganya terjangkau, cukup Rp.5.000 saja," kata Hera, salah seorang pembeli.


Penulis: Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : I Made Asdhiana