Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 04:54 WIB
Wisatawan Asia Menyukai Kerajinan Perak dan Emas
Rabu, 13 Juni 2012 | 16:17 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPerajin menyelesaikan pembuatan kerajinan perak di kawasan Kotagede, Yogyakarta, Rabu (25/8/2010). Kotagede merupakan kawasan di Yogyakarta yang terkenal sebagai industri rumahan kerajinan perak. Berbagai perhiasan dan kerajinan perak dikerjakan secara manual di sini.
Foto:

DENPASAR, KOMPAS.com - Kerajinan emas dan perak dari Bali banyak diminati wisatawan asing asal kawasan Asia. "Paling banyak kerajinan emas dan perak dibawa oleh wisatawan asal Hong Kong dan Singapura," kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Made Bagiada di Denpasar, Rabu (13/6/2012).

Menurut Bagiada, wisatawan Hong Kong tercatat paling tinggi membeli perhiasan dari daerah ini mencapai sekitar 27,58 persen selama April 2012. Selanjutnya wisatawan Singapura yang hampir sama yakni 27,13  persen, sedangkan sisanya dari Australia, Amerika Serikat, dan Eropa.

Model kerajinan yang paling banyak diincar oleh wisatawan adalah yang terbuat dari kulit kerang dengan perhiasan berupa ukiran emas dan perak. "Justru pasar perhiasan perak di Hong Kong dan Singapura dipenuhi barang dari Bali," kata Wayan Wijaya selaku pemilik gerai perhiasan perak di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Perdagangan perhiasan dan permata produksi Bali memang cukup stabil sehingga setiap bulannya ada saja yang dikirim ke pasar luar negeri. Bahkan, nilai ekspor dari Bali ukup stabil walau terjadi krisis ekonomi global.

Wijaya yang mempekerjakan sekitar 20 perajin dari berbagai keahlian di bidang perhiasan perak itu memproduksi mata dagangan bernilai seni dengan rancang bangun sesuai perkembangan zaman yang berisi muatan lokal.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali mencatat nilai ekspor perhiasan dan permata Bali selama Januari-April 2012 mencapai 7 juta dollar AS.

Sumber :
Antara
Editor :
I Made Asdhiana