Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 19:56 WIB
Pembangunan Tanggul di Pantai Polewali Diprotes Warga
Penulis : Kontributor Polewali, Junaedi | Senin, 18 Juni 2012 | 15:41 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/ Junaedi Lantaran dinilai merusak keindahan dan keelokan pantai bahari Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang selama ini menjadi ikon wisata pantai di kota Polewali Mandar, proyek tanggul setinggi 1,5 meter yang menutup bibir pantai bahari sepanjang 1 kilometer diprotes warga. Warga juga keberatan lantaran dinilai proyek ini akan mematikan tradisi Festival Perahu Sandeq Mandar yang digelar setiap tahun di lokasi ini.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Pembangunan tanggul sepanjang satu kilometer di pantai bahari Polewali Mandar, Sulawesi Barat, diprotes warga setempat. Mereka menilai pembangunan tanggul setinggi 1,5 meter akan mematikan kecantikan dan keindahan pantai bahari yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata pantai di kota Polewali Mandar.

Pembangunan tanggul mirip tembok raksasa cina ini dinilai warga akan mematikan Tradisi Festival Perahu Sandeg kebanggaan suku Mandar yang digelar rutin menjelang Agustus setiap tahunnya. Warga menilai pembangunan tanggul ini membuat mereka sulit mengakses pantai apalagi menggelar festival di lokasi ini karena sepanjang pantai ditutup dinding tanggul.

Ketua Masyarakat Pesisir Pantai Bahari Polewali Mandar, Ali Gahar menyatakan pembangunan tanggul raksasa setinggi 1,5 meter di pantai bahari Polewali Mandar harus ditinjau ulang. Menurut Ali jika pembanguan tanggul tanpa memperhitungkan segala aspek termasuk kerusakan lingkungan dan kekayaan wisata pantai bahari yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata Polewali Mandar, diyakini akan mematikan aset wisata pantai bahari yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Polewali.

Ali Gahar menyatakan tanggul setinggi 1,5 meter menyulitkan warga Polewali dan wisatawan yang berkunjung ke pantai ini lantaran terhalang tanggul. "Tanggul setinggi 1,5 meter yang dibangun sepanjang pantai jelas akan menghalangi akses warga menikmati keindahan pantai," ujar Ali Gahar.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Sulbar, Natsir Nawawi berjanji akan mempertanyakan keberadaan proyek yang dinilai merusak keindahan dan tananan pantai Polewali Mandar ini. Natsir mengaku belum tahu asal usul proyek yang masuk ke wilayah Sulbar tersebut. Natsir berjanji akan mengajak rombongan meninjau lokasi proyek yang diprotes warga tersebut.

Pembangunan tanggul ini sendiri dinilai warga sebagai langkah pemborosan uang negara. Pasalnya setahun yang lalu pemerintah daerah Polewali Mandar telah membangun tanggul di lokasi yang sama. Bahkan tanggul sebelumnya telah ditegel di sekelilingnya agar warga yang berkunjung ke pantai bisa menikmati keindahan dan kenyamanan berada di sepanjang pantai bahari. Namun tanggul yang baru berumur setahun dan menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu tiba-tiba dibongkar dan diganti tanggul baru hanya karena lokasi ini terkena proyek APBN

Editor :
I Made Asdhiana