Sop Ayam Pak Min Sudah Melegenda - Kompas.com

Sop Ayam Pak Min Sudah Melegenda

Kompas.com - 20/06/2012, 07:23 WIB

KOMPAS.com - Sop Ayam Pak Min Klaten sudah melegenda di daerah Yogyakarta. Hampir  50 tahun sudah berjualan dengan rasa yang persis sama dengan pendahulunya. Sop ayamnya dengan berbagai pilihan potongan ayam. Awalnya Pak Min membuka warung pertama di Kota Klaten hal ini yang menjadi trade mark nama sop ayamnya.

Ada  berbagai macam jenis sop ayam campur dan pisah mulai bagian dada, paha, leher, kepala, sayap, kulit, brutu, ati ampela dan ceker. Paling mahal sop ayam dada Rp 15.000 dan paling murah sop ayam biasa yang berisi campuran nasi dan suwiran ayam cuma berharga Rp 4.000.

Saya mencoba makan nasi sop yang berada di Jalan Mataram, Yogyakarta. Rasa kuah sopnya sangat segar dan kuahnya warnanya bening sekali. Sengaja saya memesan yang paling murah  nasi campur soap biasa.

Meski hanya makan sop ayam biasa yang harganya Rp 4.000 suwiran ayamnya masih banyak ayamnya dan campuran nasinya cukup mengganjal perut untuk makan malam. Pelayan yang melayani di gerobak kayu model terbuka dengan seragam batik menawari pengujung untuk memilih ayam yang sedang dipotong menurut jenis pilihannya.

Setelah waktunya jam makan malam warung sop ayam pak Min dipadati pengunjung dan meja kursi yang bentuknya memanjang dengan kursi kayu ini penuh dengan calon pembeli yang menunggu datangnya pesanan nasi sop. Meski warungnya sangat sederhana, banyak pengunjung bermobil yang datang.

Kalau sop ayam biasanya ada potongan sayur kentang dan wortel, di warung ayam asal Klaten ini hanya ada potongan ayam, soun, dan siraman kuah ayam bening. Tapi rasa segarnya dan kuah panasnya bisa menghilangkan flu, kata pelanggan yang sering makan disini. Rasa gurih dari kuah rebusan ayam dan garam serta lada sangat nikmat dimakan panas-panas. Ditambah bawang goreng dan potongan seledri semakin nikmat disantap.

Di Yogyakarta warung sop ini sudah punya cabang puluhan dan dikelola oleh penerus anak-anak Pak Min. Di Jakarta sudah ada dua cabang di daerah Meruya. Jakarta Barat dan Pondok Gede, Jakarta Timur. Untuk menu minum di cabang mana saja hanya ada pilihan es teh, teh panas es jeruk dan jeruk panas. (Asita DK Suryanto; email: asita@djojokoesoemo.com)

EditorI Made Asdhiana
Terkini Lainnya
Kemenko Kemaritiman Tinjau Destinasi Wisata di Lombok, Ada Apa?
Kemenko Kemaritiman Tinjau Destinasi Wisata di Lombok, Ada Apa?
News
Sate Kambing Muda Masyhudi, Langganan Rhoma Irama
Sate Kambing Muda Masyhudi, Langganan Rhoma Irama
Food Story
Menikmati Indahnya Lanskap Ambarawa Naik Kereta Tua
Menikmati Indahnya Lanskap Ambarawa Naik Kereta Tua
Travel Story
Kenapa Kampung Melayu Tak Mau Disamakan dengan Betawi?
Kenapa Kampung Melayu Tak Mau Disamakan dengan Betawi?
Travel Story
Mengenal Sambal Terasi dari Bangka dan Lombok
Mengenal Sambal Terasi dari Bangka dan Lombok
Food Story
Ini Lokasi Asli dari Lukisan pada Uang Seribu Rupiah
Ini Lokasi Asli dari Lukisan pada Uang Seribu Rupiah
Travel Story
Asal-usul Leluhur dan Alasan Penyebutan Kampung Melayu
Asal-usul Leluhur dan Alasan Penyebutan Kampung Melayu
Travel Story
Seperti Apa Tren Kuliner Indonesia di Mata Anak Muda?
Seperti Apa Tren Kuliner Indonesia di Mata Anak Muda?
Travel Story
Mengintip Koleksi Buku Bung Karno di Blitar
Mengintip Koleksi Buku Bung Karno di Blitar
Travel Story
Sungai Jernih Sekaligus Taman Cantik, Ada di Yogyakarta
Sungai Jernih Sekaligus Taman Cantik, Ada di Yogyakarta
Travel Story
Melancong ke Candi Pawon, Jangan Lupa Minum Kopi Luwak
Melancong ke Candi Pawon, Jangan Lupa Minum Kopi Luwak
Food Story
Mitos Air Terjun dengan Kekuatan Menyembuhkan di Kulonprogo
Mitos Air Terjun dengan Kekuatan Menyembuhkan di Kulonprogo
Travel Story
Siapa Sangka, Ini Dia Asal-usul Taman Topi di Bogor
Siapa Sangka, Ini Dia Asal-usul Taman Topi di Bogor
Travel Story
Atraksi Terbaru di Seoul, Jembatan Layang Khusus Manusia
Atraksi Terbaru di Seoul, Jembatan Layang Khusus Manusia
Travel Story
Gabungan Taco dan Seblak, Bagaimana Rasanya?
Gabungan Taco dan Seblak, Bagaimana Rasanya?
Food Story

Close Ads X