Rabu, 16 April 2014

News / Travel

Berpetualang ke Alam Bebas Bersama Balita

Rabu, 20 Juni 2012 | 12:47 WIB

Baca juga

KOMPAS.com - Musim liburan telah tiba. Anak-anak yang berusia sekolah tentu sangat senang mengisi liburan dengan berwisata bersama orangtua. Jika kita memiliki dua orang buah hati, salah satu ada yang masih balita, tentu bukan berarti liburan ditunda dan sang kakak gagal berwisata. Ajaklah serta balita dan sang kakak bersama-sama mengisi liburan dengan menyenangkan.

Nah, apakah liburan kali ini ingin berbeda dibanding tahun lalu? Ayah bunda bisa mencoba mengajak si kecil berpetualang ke alam bebas. Petualangan alam bebas bukan cuma milik orang dewasa. Akan menjadi pengalaman berharga jika si kecil sejak dini sudah dekat dengan alam, trekking, memantau satwa, mandi di riam kecil, pantai, mendaki gunung hingga bermalam di tenda. Tentu seru, kan...

Banyak destinasi alam bebas di Indonesia sebenarnya adalah laboratorium alam, yang dapat menjadi wahana anak untuk belajar langsung bahkan mempraktikkannya. Orangtua bisa mengenalkan dasar-dasar teknik survival, navigasi, mengenal satwa, tumbuh-tumbuhan dan batuan.

Namun, tidak jarang para orangtua kerap merasa kerepotan dan khawatir berlebihan terhadap keselamatan dan kesehatan anak. Kerepotan mengurusi anak dalam perjalanan itu bisa terjadi, tapi jika beberapa hal sudah kita persiapkan, tentu ceritanya akan lain. Berikut beberapa tips:

Catatan kesehatan

Pahami betul catatan kesehatan anak terutama balita. Catatan ini penting agar kita bisa memutuskan keberangkatan, destinasi mana yang dipilih serta bagaimana tindakan orangtua terhadap anak jika dalam keadaan darurat. Buah hati yang memiliki penyakit gangguan pernafasan, asma, belum bisa diajak ke tempat yang berudara dingin lalu trekking yang banyak menguras fisik. Selain penyakit itu juga episodik.

Rencana menyenangkan


Komunikasikan kegiatan yang akan dilakukan kepada anak. Sampaikan rencana-rencana yang menyenangkan selama berpetualang. Misalnya bermain di sungai dan kubangan, berjalan di hutan, melihat binatang, dan bermalam di tenda. Beberapa anak atau balita biasanya rewel ketika berada di lokasi baru yang dirasanya asing. Tidak semua balita kerasan menginap di tenda. Rencanakan aktivitas yang bervariasi selama perjalanan agar buah hati tidak bosan.

Destinasi

Di alam bebas, perubahan iklim cepat terjadi, mendung cepat berubah panas atau sebaliknya. Bahkan di gunung misalnya, suhu udara tetap dingin meskipun cahaya matahari terik menyengat. Si kecil kadang butuh waktu menyesuaikan perubahan iklim tersebut.

Jika baru pertama kali mengajak si kecil ke alam bebas, pilih destinasi yang perubahan cuacanya tidak terlalu ekstrem. Mulailah bertahap. Kalau trekking, pilih rute dan waktu tempuh yang pendek. Setelah kita bisa mengukur ketahanan fisik si kecil, barulah tingkat kesulitan rute dan waktu tempuh ditingkatkan.

Peralatan


Banyak pengelola kegiatan alam bebas sudah menyediakan peralatan khusus, sehingga keluarga yang menggunakan paket perjalanan dari pengelola tersebut tidak perlu banyak menyiapkan peralatan sendiri.

Yang seru adalah petualangan alam bebas dilakukan mandiri oleh orangtua, tentu peralatan standar wajib dipenuhi. Tenda, carrier atau ransel, ponco dewasa dan anak, kantong air, matras, obat-obatan/P3K, pakaian hangat dan dingin secukupnya, sepatu gunung, alat penerangan serta alat memasak. Paling penting adalah menyiapkan peralatan si kecil. Tidak mungkin membawa kereta dorong tapi gunakan baby carrier untuk membawa balita saat ia keletihan.

Tips berharga lainnya akan kita dapatkan langsung di lapangan. Berpetualang alam bebas bersama si kecil tidak sekadar berolahraga. Kerepotan yang didapat dalam perjalanan akan menumbuhkan nilai kemandirian.

Selain itu, alam Indonesia yang memesona memiliki keragaman sosial budaya. Anak-anak dapat lebih jauh belajar berinteraksi sosial melalui pengalaman tersebut.

 


Editor : Fikria Hidayat