MOSKWA, KOMPAS.com — Perawatan tubuh dan seni pijat khas Bali sangat populer di Rusia. Orang-orang di "Negeri Beruang Putih" itu menggemarinya sampai rela mengeluarkan uang 100 dollar AS-400 dollar AS untuk menikmatinya.
"Spa Bali lagi ngetren di Rusia, mengalahkan popularitas seni pijat bangsa lain, seperti shiatsu," kata Duta Besar RI di Rusia Djauhari Oratmangun saat menjamu delegasi Indonesia pada World Media Summit di Cafe Mania, Moskwa, Kamis (5/7/2012).
Dubes mengatakan, warga Rusia yang memadati kafe dekat Kremlin itu umumnya sudah pernah ke Bali dan Raja Ampat, Papua. Atau, minimal mereka sudah mengenal Indonesia, baik tradisi, kuliner, seni budaya, maupun seni pijat khas Bali.
Saat ini, menurut Djauhari, ada lebih dari 400 pekerja spa Bali di Rusia yang tersebar di kota-kota besar, seperti Moskwa, St Petersburg, dan Vladivostok. Industri spa Bali di Rusia berkembang sejak sekitar lima tahun lalu dan makin banyak wanita Indonesia yang bekerja di sektor pariwisata ini.
"Ini pijat beneran, lho, bukan yang lain-lain," ujar Dubes buru-buru menjelaskan.
Para pekerja spa Bali didatangkan ke Rusia secara resmi oleh perusahaan Sim Krasok melalui perizinan hasil koordinasi Kementerian Tenaga Kerja dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Spa Bali dipromosikan besar-besaran oleh perusahaan tersebut di berbagai media, seperti majalah, koran, dan televisi.
Bahkan, di Bandara Internasional Demodevodo banyak iklan luar ruang bergambar wanita cantik Bali dan menjanjikan kebugaran dengan pijatan khas tradisional wanita dari Timur.
Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Amalia Sari, pekan lalu, sempat bertemu dengan para wanita Indonesia yang bekerja di sektor industri wisata tersebut di KBRI.
"Ibu Menteri sangat mendukung berkembangnya spa Bali di Rusia dan berpesan kepada para pekerja di sektor ini agar tetap menjaga nama baik Indonesia," kata Djauhari.
