Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Mei 2013 | 02:20 WIB
Wisata Luar Angkasa
Keluarga Branson Jadi Turis Angkasa Pertama
Penulis : Haryo Damardono | Kamis, 12 Juli 2012 | 14:04 WIB
|
Share:
Yachtpals.com Richard Branson dan putrinya

FARNBOROUGH, KOMPAS.com — Miliarder Richard Branson menginformasikan, dia beserta dua putranya akan menjadi turis angkasa pertama dari perusahaan miliknya, Virgin Galactic. Dengan pesawat SpaceshipTwo (SS2), tahun depan mereka akan terbang hingga ketinggian 100 kilometer di atas permukaan laut.  

Menurut Virgin Galactic, 529 orang calon turis sudah membayar untuk perjalanan ke angkasa tersebut. Biayanya 200.000 dollar AS hampir Rp 2 miliar per kursi.

Dikutip dari kantor berita Associated Press, Kamis (12/7/2012), 120 orang calon turis angkasa hadir dalam jumpa pers bersama Branson di Pameran Dirgantara, di Farnborough, selatan kota London, Inggris.

Menurut Virgin Galactic, 529 orang calon turis sudah membayar untuk perjalanan ke angkasa tersebut. Jumlah calon turis itu lebih banyak dari pengelana angkasa yang diterbangkan sejak zaman Yuri Gagarin terbang ke luar angkasa pada tahun 1961. Padahal, biayanya 200.000 dollar AS (hampir Rp 2 miliar) per kursi.

Replika SS2 berkapasitas enam orang dan dua pilot dihadirkan di Farnborough. Tahun depan, pesawat tersebut akan diterbangkan dari bandara luar angkasa di New Mexico, Amerika, yang didesain oleh arsitek Inggris, Lord Foster. Para turis sebelumnya akan dilatih selama seminggu sebelum terbang.

"Saya ingin menjadi orang Irlandia pertama yang terbang ke angkasa," ujar penulis Bill Cullen (70 tahun). Dia memesan kursi untuk menjadi turis angkasa Virgin sejak tahun 2004.

Sementara calon penumpang lain, Grant Roberts (36), mengatakan, keinginannya terbang ke luar angkasa adalah dorongan dari kakeknya yang merupakan mantan pilot tempur di Royal Air Force. Kakeknya pun menjalani misi di Jerman selama Perang Dunia II.

Branson juga mengatakan akan meluncurkan dua transporter baru, yakni Launcher One. Transporter tersebut akan mampu membawa satelit kecil menuju angkasa. Ditargetkan, Launcher One akan beroperasi mulai tahun 2016 dan membawa kargo sebesar 227 kilogram.

Editor :
Marcus Suprihadi