Rabu, 23 Juli 2014

/ News & Features

Ribuan Kematian di RS Terjadi akibat Kesalahan Medis

Senin, 16 Juli 2012 | 15:41 WIB

Kompas.com - Ribuan kematian yang terjadi di rumah sakit sebenarnya bisa dicegah. Kematian yang tidak perlu itu mayoritas disebabkan karena kesalahan dokter dalam membuat diagnosa atau pemberian obat yang tidak tepat.

Tak sedikit pula kematian terjadi karena dokter yang masih junior tidak mendapat pendampingan seniornya. Pasien berusia lanjut adalah kelompok yang paling rentan dan kerap mengalami komplikasi yang sulit didiagnosa dan diterapi.

Kesalahan yang kerap terjadi di tempat layanan kesehatan tersebut diungkapkan oleh tim peneliti dari London School of Hygine and Tropical Medicine. Akibat kesalahan tersebut, pada tahun 2009 diperkirakan terjadi 1.000 kematian di 10 rumah sakit pemerintah Inggris.

Para peneliti mengatakan bahwa 13 persen dari kesalahan itu sebenarnya bisa dihindari. Bila perkiraan tersebut benar, berarti ada puluhan ribu kematian yang bisa dicegah setiap tahunnya.

"Kebanyakan kesalahan medis itu dialami oleh dokter junior dalam membuat diagnosa dan keputusan terapi yang tidak didampingi oleh dokter konsultan," kata Dr.Helen Hogan, ketua peneliti.

Ia menambahkan, banyak pula pasien yang menderita komplikasi penyakit yang tidak tertangani dengan baik. Misalnya saja dokter mungkin memberikan obat yang malah mengganggu ginjal pasien yang sebenarnya memang sudah bermasalah.

Dalam suatu kasus, seorang pria berusia 60 tahun yang menderita gagal jantung salah didiagnosa menjadi kanker kandung kemih. Dokter rupanya tidak mencermati rekam medis pasien yang menyatakan ia punya riwayat penyakit jantung. Pasien itu akhirnya meninggal dunia.

Penelitian yang dilakukan Hogan itu dilakukan setelah hasil laporan tim koroner menyebutkan kematian seorang pria berusia 22 tahun terjadi karena staf medis yang "tak kompeten". Pria itu disebutkan meninggal karena dehidrasi di sebuah rumah sakit universitas. Sebelum meninggal pria tersebut menelepon layanan darurat 999 karena merasa tidak dipedulikan dokter dan perawat.

Untuk mencegah kesalahan medis, pemerintah Inggris belum lama ini mengumumkan bahwa tahun depan, dokter junior harus didampingi oleh dokter senior pada minggu-minggu awal tugasnya di rumah sakit.  

Keputusan tersebut dibuat untuk mengurangi efek yang disebut "musim kematian", yakni masa dimana kematian di rumah sakit naik sampai 8 persen ketika seorang dokter junior memulai tugasnya di rumah sakit.

 


Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: