Rabu, 30 Juli 2014

News / Travel

Es Durian Favorit di Solo sejak 1961

Sabtu, 21 Juli 2012 | 13:03 WIB

Berita Terkait

KOMPAS.com — Berbuka puasa dengan menikmati es durian khas Pak Min menjadi menu alternatif bagi warga Solo. Bau harum khas durian beserta yang dikombinasikan dengan cincau hitam, roti tawar, kolang-kaling, blewah, nanas, sirup dan susu menjadikan es buah Pak Min sangat digemari.

Cukup uang Rp 10.000 untuk satu porsinya seakan setimpal dengan sensasi kenikmatannya. Tak heran, menjelang buka puasa, sudah banyak warga yang mengantre di warung es buah tersebut di Kampung Baron, Panularan, Solo.

Tidak hanya warga Solo, warga di luar Kota Solo pun rela datang dan membeli es buah. Es buah Pak Min sudah berdiri sejak tahun 1961. Saat itu, durian memang dipilih karena kekhasan rasanya. Selain itu, durian juga banyak mengandung karbohidrat dan protein.

"Berbeda dengan es buah lainnya, buah durian dipercaya memiliki kandungan yang baik bagi tubuh dan selain itu, penggemar durian juga banyak. Namun, bagi yang tidak suka durian, kami juga menyediakan es buah biasa, yang tanpa durian. Harganya juga berbeda," kata Wahyono, anak dari Pak Min.

Wahyono meneruskan tradisi ayahnya untuk menjaga kualitas es buah durian. Dirinya tidak ragu-ragu untuk mencari buah durian dengan kualitas bagus meski harus keluar kota.

Sementara itu, setiap bulan puasa, omzet penjualan selalu meningkat. Dalam sehari di bulan puasa, Wahyono harus menyiapkan lebih dari 450 porsi. Tidak heran, dirinya pun harus menambah karyawan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Surakarta, M Wismabrata
Editor : Tri Wahono