KOMPAS/AYU SULISTYOWATI
I Ketut Yut Dinastra (25), warga Desa Lodtunduh, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, menyelesaikan pesanan puluhan layang-layang naga, Rabu (22/2/2012). Sebagian besar warga desa tersebut menjadi perajin, di antaranya kreasi layang-layang yang tak mengenal musim sepanjang tahun diminati wisatawan, khususnya asing. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 25.000 per buah hingga sekitar Rp 1 juta untuk layang-layang yang lebarnya bisa mencapai 5 meter.
NEGARA, KOMPAS.com - Kabupaten Jembrana, Bali, mulai melirik layang-layang sebagai salah satu daya tarik wisata, dengan memulai menggelar lomba layang-layang, Minggu (5/8/2012).
"Lomba ini bisa dikemas sebagai atraksi layang-layang, yang bisa menarik wisatawan untuk menyaksikannya," kata Bupati Jembrana, I Putu Artha saat membuka lomba ini.
Karena itu Artha menekankan, lomba semacam ini harus terus dilakukan, sehingga lama kelamaan akan menjadi ajang yang prestisius bagi pecinta layang-layang maupun wisatawan.
Menurut Artha, selain sektor pariwisata, layang-layang juga memiliki potensi untuk menaikkan derajat ekonomi seniman pembuatnya.
Lomba ini, menurut Ketua Panitia, I Wayan Yudana diikuti 70 peserta yang mengikuti beberapa kategori dan memperebutkan hadiah jutaan rupiah.
