Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 18:13 WIB
PALU
Yuk, Berbuka dengan Coto Maros Hi Yusuf
Penulis : Kontributor Palu, Erna Dwi Lidiawati | Selasa, 7 Agustus 2012 | 07:20 WIB
Dibaca:
|
Share:
KOMPAS.com/ ERNA DWI LIDIAWATI Coto Maros buatan Hi Yusuf Amir

PALU, KOMPAS.com - Sudah dua pekan selama Ramadhan ini saya selalu memasak sendiri menu untuk berbuka puasa bagi keluarga. Bosan juga rasanya memasak. Sesekali ingin juga merasakan masakan buatan orang lain. Akhirnya, kami sekeluarga memutuskan untuk berbuka puasa di luar rumah. Pilihan kami jatuh di warung Coto Maros.

Waktu berbuka masih 20 menit. Namun Warung coto Maros buatan Hi Yusuf Amir di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Palu Timur, Sulawesi Tengah sudah ramai dengan para pembeli. Beruntung masih ada bangku yang kosong buat keluarga saya. Kami pun memesan lima mangkok coto Maros.

Coto Maros merupakan masakan khas daerah Maros, salah satu daerah di Sulawesi Selatan. Coto Maros adalah makanan berkuah yang isinya daging dan jeroan sapi yang direbus sampai empuk. Kemudian diiris- iris seukuran dadu. Pelanggan punya pilihan jika tak mau jeroan sapi, tinggal bilang saja pada penjualanya. harga perporsinya murah hanya Rp 15.000 per mangkok.

Hi Yusuf Amir pemilik coto Maros mengaku, dialah yang meracik bumbunya hingga coto Marosnya banyak yang suka. Selain rasanya yang khas daging atau jeroan yang dipakai dijamin berkualitas bagus. "Ibu bisa lihat daging dan jeroan yang sudah kita rebus dan potong-potong kita gelar di meja khusus. Pelanggan bisa pilih mana yang dia suka, mau daging, jeroan saja atau campur terserah. Nanti tinggal dikasih kuahnya. Pelanggan tidak perlu khawatir akan kualitas dagingnya. Ini daging sapi sehat," kata Hi Yusuf Amir .

Suara azan magrib mulai terdengar. Waktu berbuka pun tiba. Pesanan kami pun akhirnya datang juga. Tak sabar rasanya untuk menyantapnya. Tapi sebelum disantap beri satu atau dua iris perasan jeruk nipis tergantung selera, tambahkan kecap manis kalau suka dan beri sedikit sambal. Baru kemudian disantap.

Hmmm... cita rasa coto Maros buatan Hi. Yusuf ini benar-benar wuenak. Kuahnya yang kental, dagingnya yang empuk dipadu campuran kecap manis, jeruk nipis dan. sambal rasanya benar-benar pas di lidah.

Coto Maros siap disantap dengan ketupat. Oh iya ketupatnya gratis loh. Jadi kita bisa puas sampai berapa banyak kita sanggup makan ketupat. Semangkok hanya Rp 15.000.

Tak hanya saya dan keluarga saya yang mengatakan bahwa coto Maros enak, pelanggan lainnya pun mengatakan hal yang sama. "Sudah langganan saya makan coto Maros. Enak memang," kata Iwan Hermawan salah seorang penggemar coto Maros.

Nah, bagi Anda yang hari ini ingin berbuka puasa di luar, cobalah mencicipi coto Maros Hi. Yusuf Amir di Jalan Hayam Wuruk. Saran saya kalau tidak ingin mengantre, datanglah lebih awal...

Editor :
Glori K. Wadrianto