Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 20 Mei 2013 | 06:17 WIB
Yuk Cicipi Pisang Hijau dan Barongko...
Penulis : Fitri Prawitasari | Selasa, 7 Agustus 2012 | 17:17 WIB
Dibaca:
|
Share:
FITRI PRAWITASARIMenyantap pisang hijau, disiram dengan kuah yang terbuat dari campuran santan, tepung terigu dan tepung beras. Tak lupa ditambahkan potongan es batu dan sirup secukupnya.
Foto:

KOMPAS.com - Jika Anda sedang berada di kawasan Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, jangan lupa untuk mencicipi kudapan khas Khas Sulawesi, yaitu pisang hijau dan barongko. Keduanya berbahan dasar pisang. Selain sehat, makanan ini juga menjadi menu yang pas jika disajikan saat berbuka puasa.

Penjualnya bernama ibu Ramlah dan ibu Osa. Keduanya menjual dagangannya di warung rumahan yang berlokasi tak jauh dari Masjid Luar Batang. Menurut penuturan mereka berdua, mereka hanya menjajakan dagangannya saat bulan Ramadhan.

Pisang hijau buatan ibu Ramlah, yaitu pisang yang dibungkus dengan adonan kulit dadar. Kulit dadar terbuat dari adonan tepung ketan atau tepung terigu yang kemudian diberi pasta hijau. Pisang yang digunakan bisa berjenis apa pun, tidak ada jenis khusus dalam pemilihan pisang, yang penting harus matang agar rasanya manis.

Menyantap pisang hijau, disiram dengan kuah yang terbuat dari campuran santan, tepung terigu dan tepung beras. Tak lupa ditambahkan potongan es batu dan sirup secukupnya untuk memberi rasa manis dan segar.

Begitu menggigit si pisang hijau, rasanya sangat kenyal berasal dari gulungan dadar yang menyelimutinya. Potongan dadar dan pisang menjadi paduan pas di lidah, belum lagi ditambah kuah santan yang segar saat disruput.

Ibu Ramlah mulai membuka dagangannya sekitar jam 12 siang, dengan harga satu porsi pisang hijau hanya Rp 2.500.

Barongko buatan Ibu Osa yang juga berbahan dasar pisang. Pisang yang digunakan sebagai bahan utama barongko ialah pisang kepok yang matang, tidak bisa diganti dengan jenis pisang lain.

Membuat barongko yaitu dengan menumbuk pisang hingga halus, kemudian dicampurkan dengan santan, telur, agar-agar, dan sedikit gula. Adonan pisang kemudian dikukus kurang lebih setengah jam dengan menggunakan daun pisang untuk menjaga rasa pisang.

Rasa barongko lembut di lidah dan sedikit kenyal berasal dari agar-agar dan sangat adem begitu sampai ke tenggorokan. Ibu Osa menjual barongko dengan harga Rp 3.000 per porsinya.

Editor :
I Made Asdhiana