TIM DOYAN MAKANAyam goreng.KOMPAS.com - Salah satu restoran ayam goreng tradisional yang masih disukai adalah Ayam Mbok Berek. Masakan ayam khas Yogya ini telah berkembang ke berbagai kota. Sebenarnya Ayam Goreng Mbok Berek sudah dikenal sejak zaman Jepang di Yogyakarta, penggemarnya pun banyak. Ciri khas masakannya yaitu satu ekor ayam kampung digoreng utuh pakai tepung dan terkenal sekali dagingnya empuk.
Siang itu saya bersama teman-teman sengaja meluncur ke kawasan Tebet di Jl. Prof Dr Supomo. Walaupun siang itu kondisi jalan Ibu Kota Jakarta lumayan macet, tapi kami tidak menyerah demi menikmati sajian hidangan makan siang ayam goreng lezat empuk yang sudah melegenda itu. Sekitar pukul 14.00 kami tiba di tempat tujuan. Tempatnya cukup besar begitu pula dengan lahan parkirnya, jadi kami dengan mudah bisa langsung parkir kendaraan.
Benar saja, baru di depan pintu masuk restoran kami sudah disuguhkan oleh nuansa adat ala Jawa. Di depan pintu gerbang parkir dan pintu restorannya terdapat dua patung ayam kampung lumayan besar, dan yang paling besar yaitu terdapat sebuah kereta delman kuno yang masih kokoh ditambah galeri wayang dan aneka pernak pernik adat Jawa. Waaaaahh mantep deh… jadi serasa ada di kampung ha-ha..
Suasana di dalam juga tak luput dari adat Jawa, lihat saja nuansa kayu dan lukisan-lukisan besar yang menghiasi sekeliling dinding ruangan tersebut dan ada satu lampu gantung kristal besar ditengah-tengahnya. Setelah dapat meja kami langsung taking order, sudah pastinya kami pesan menu paling popular disini yaitu ayam gorengnya, kemudian lawan mainnya yaitu gudeg original, sayur asem, dan yang terakhir otak-otak.
Ayam gorengnya berasa mantap sekali gurihnya, kremes yang membungkus setiap bagian ayam ini renyah dan oke. Kremesnya itu tidak terpisah-pisah dengan mudahnya, tetapi padat dan tetap renyah. Sambel khas Mbok Berek pasti diantarkan bersamaan dengan menu ayam ini dan walaupun hanya secobek kecil, tetapi pedasnya astaga secuil saja membuat saya minum setengah gelas lebih air. He-he...
Untuk gudeg yang kami pesan, isinya terdiri dari telor, tahu,tempe, krecek dan nangka layaknya gudeg. Nah, biasanya kan gudeg yang saya makan pasti super manis, baik yang di Jakarta ataupun yang di Jogja sendiri. Gudeg Mbok Berek ternyata tidak terlalu manis, pas menurut saya.
Kita juga tidak lupa memesan lalapan karena tidak lengkap rasanya makan ayam goreng, pakai sambel, tapi tidak ada lalapan. Lalapan yang terdiri dari daun selada, timun, tomat dan daun kemangi ini disajikan di piring yang berukuran medium.
Oh ya, masih ada otak-otak nih. Ukuran otak-otak yang tidak terlalu besar tidak menghalangi kami mencoba dan enak ternyata. Rasa ikannya benar-benar kental terasa di dalam packaging yang kecil ini. (Agree dan Chrysta)