Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 20 Mei 2013 | 11:49 WIB
Dan, Inggris Pun Bernyanyi
Penulis : Abun Sanda | Jumat, 10 Agustus 2012 | 14:59 WIB
Dibaca:
|
Share:
KOMPAS/ABUN SANDASuasana di Mal Westfield London, Kamis (9/8/2012). Mal ini dipadati puluhan ribu pengunjung karena bersebelahan Olympic Park, tempat diselenggarakannya pesta akbar Olahraga dunia Olimpiade London 2012.
Foto:

LONDON, KOMPAS.com -Salah satu lagu legendaris The Bealtles, Yesterday mengalun merdu di mal Westfield, London, Kamis (9/8/2012) siang. Lagu yang sudah dinyanyikan ribuan penyanyi dan menghasilkan royalti sebesar jutaan poundsterling untuk The Beatles itu tidak diputar dengan suara sangat keras. Akan tetapi toh mampu mengatasi suara riuh mal.

Maklumlah, mal yang berdampingan dengan Olympic Park, gelanggang utama Olimpiade London 2014 ini semakin hiruk pikuk karena sebagian atlet, ofisial dan penonton pertandingan olimpiade, tumpah ruah di sana. Jadilah mal yang mampu menampung 300.000 manusia ini, penuh sesak oleh warga seluruh dunia.

Mal tampak riuh karena warga Inggris tengah merayakan kesuksesan timnya duduk di urutan ketiga olimpiade, dengan raihan 22 emas. Emas masih akan bertambah karena pesta olahraga terbesar sedunia itu masih akan berlangsung beberapa hari lagi. Ketika lagu Yesterday terdengar, sebagian di antara mereka tampak ikut bernyanyi dengan penuh semangat.

Sejumlah polisi dan marinir yang berpatroli di sana tampak ikut bergembira, sebagian di antara mereka bersenandung gembira. Mereka melayani warga dan turis asing yang meminta foto bersama. Foto garang marinir Inggris berubah menjadi wajah lembut khas Inggris.

Ketika lagu Yesterday bergantinti Hey Jude, lalu imagine, suasana masih sama, penuh suka cita. Warga Inggris betul-betul bangga: sebagai penyelenggara olimpiade yang terpandang dan prestasi lapangan yang menakjubkan.

Tentu saja suasana gembira itu tidak hanya tampak di Olympic Park atau di Wembley Arena atau di kawasan Woolwich Arsenal, tetapi juga di perumahan-perumahan warga. Mereka mengibar-ngibarkan bendera Inggris dan menyanyikan lagu-lagu yang terkenal di Inggris. Soal nyanyi, dan musik, memang sangat lekat dengan masyarakat Inggris. Maklum, sejumlah penyanyi dan grup musik yang terkenal sejagat lahir di Inggris. Seperti diketahui, bukan hanya The Beatles yang masyhur, ada penyanyi atau grup lain yang memukau, di antaranya Bee Gees, Rolling Stone, The Who, Deep Purple, Cliff Richard, Queen, Oasis dan sebagainya.

Di lapangan-lapangan terbuka, di taman-taman (di London saja, terdapat ratusan taman), warga berjingkrak merayakan kebesaran Inggris. "Great Britain, Great Britain, Great Britain....," teriak anak-anak Inggris dengan penuh suka cita. Di Hyde Park, yang letaknya tidak jauh dari Istana Buckingham, sejumlah anak muda berkumpul sambil membuka telepon selular dan komputer. Mereka mengikuti perkembangan keperkasaan Inggris dari sana.

Hal yang tidak kalah menariknya, pemerintah dan penyelenggara olimpiade membangun layar lebar agar bisa ditonton warga yang tidak beruntung memperoleh karcis. Di taman dekat Woolwich Arsenal, misalnya, tegak tivi layar lebar yang memungkinkan seratusan warga duduk dan menonton dengan tenang. Adapun anak-anak di bawah tujuh tahun bermain di air mancur sambil membawa-bawa bendera kecil Inggris. "We are the champion. We are the champion," teriak mereka.

Praktis semua warga Inggris berpesta. Mereka tidak saja berpartisipasi bagi berjalan baiknya penyelenggaraan olimpiade, tetapi juga karena bangga pada prestasi atlet-atletnya. Di sebuah pohon Oak, tak jauh dari layar lebar itu, terpacak satu spanduk kecil, "God, thank you for Your Blessing."

Editor :
Rusdi Amral