Kamis, 28 Agustus 2014

News / Edukasi

Keluhan dari Guru Daerah

Nuh Dikirimi SMS oleh Ibu Ani Yudhoyono

Minggu, 12 Agustus 2012 | 09:03 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengaku menerima pesan singkat (SMS) dari Ibu Negara Ani Yudhoyono. Pesan itu masuk ke telepon genggamnya pada Sabtu (11/8/2012) pagi, beberapa jam sebelum ia melakukan Safari Ramadhan ke Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Nuh mengungkapkan, isi SMS dari Ibu Negara itu merupakan pesan terusan (forward) dari seorang guru di Nusa Tenggara Barat. Kepada Ani, pengirim yang namanya tidak diketahui itu mengeluhkan macetnya penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) selama dua triwulan ini.

"Selamat pagi Bunda Ani, saya guru di NTB. Saya sangat menghargai bagaimana Pak SBY memperlakukan guru. Tapi sampai saat ini, kami guru di pedalaman dan perbatasan belum menerima TPG. Ini bukan laporan, tapi keluhan kami sebagai perempuan," ujar Nuh membacakan isi pesan singkat itu, kepada wartawan, Sabtu malam.

Menanggapi hal itu, Nuh memastikan, semua dana untuk membayar TPG sudah disalurkan kepada pemerintah daerah. Bahkan sesuai jadwal, dikirim rutin tiga bulan sekali (triwulan).

"Dananya sudah ditransfer setiap triwulan. Ini Agustus, sudah masuk triwulan ketiga. Harusnya TPG untuk dua triwulan sudah sampai ke tangan guru," ungkap Nuh.

TPG diberikan pemerintah kepada seluruh guru bersertifikat. Gunanya untuk membantu guru dalam upaya peningkatan mutu, seperti melanjutkan studi, atau membeli buku pengayaan materi.

Jumlah yang diterima para guru dibedakan berdasarkan statusnya. Guru PNS mendapatkan TPG sebesar satu kali gaji setiap bulannya, sedangkan guru non-PNS berhak menerima Rp 1.500.000.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, macetnya pencairan TPG banyak terjadi di tingkat daerah. Pemerintah pusat telah menyalurkan TPG rutin di setiap triwulannya, akan tetapi daerah sering terlambat menyampaikannya kepada para guru tanpa alasan jelas.

 


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary