Minggu, 20 April 2014

News / Travel

Hangatnya Ramen Gerobakan untuk Berbuka

Kamis, 16 Agustus 2012 | 07:59 WIB

Baca juga

KOMPAS.com - Ramen sedang naik daun di Bandung, Jawa Barat. Mi khas Jepang tersebut hadir di buku menu restoran-restoran Jepang.Tak hanya restoran yang ada di mal ataupun restoran kelas atas, ramen juga tersedia di kedai-kedai ramen rumahan sampai gerobak ramen pinggir jalan.

Nah, salah satu gerobak ramen yang bisa dicoba ada di Jalan Cimanuk 1A. Gerobak ramen tersebut sebenarnya baru saja membuka lapak di pinggiran Jalan Cimanuk, tepat di pertigaan antara Jalan Riau dan Jalan Cimanuk. Baru sekitar dua bulan. Walau tergolong baru, penikmat ramen itu lumayan banyak.

"Sebelum bulan puasa, sehari bisa jual 80 sampai 100 porsi," ungkap Boy dari Gerobak Ramen, saat ditemui Kompas.com, baru-baru ini.

Sesuai nama warungnya yang sederhana yaitu “Gerobak Ramen”, begitu pula penampilannya. Gerobak kayu dengan nuansa umbul-umbul dan lampion kertas warna merah bertuliskan huruf Jepang. Beberapa kursi plastik dan meja panjang. Begitu khas, sekilas seperti gerobak ramen di Jepang.

Ya, di Jepang sendiri, ramen kerap dijual berkeliling dengan gerobak. Seperti pedagang mi ayam di Indonesia. Bedanya, mangkuk ramen biasanya berukuran besar karena menampung kuah yang banyak.

Tak hanya tampilannya, menu di Gerobak Ramen tak kalah sederhana. Hanya ada tiga menu tersedia, membuat pelanggan mudah menentukan pilihan. Ada ramen miso, ramen wakame, dan ramen tom yum.

Menu yang terakhir disebut memang terinspirasi dari Tom Yum, sup khas Thailand. Rasanya pun cocok di lidah orang Indonesia yang doyan pedas, ada sensasi pedas dan asam pada kuahnya. Disajikan panas dan berpadu dengan mi ramen yang tebal dan lembut, rasanya pun jadi menyegarkan.

Sementara, ramen miso menggunakan kuah yang terbuat dari pasta miso. Miso terbuat dari fermentasi kacang kedelai dan merupakan bahan masak khas Jepang. Miso berbentuk pasta dilarutkan untuk menjadi sup atau kuah kaldu.

Sementara ramen wakame menggunakan bahan rumput laut. Kuah mi dihasilkan dari rebusan rumput laut. Ya, Jepang memang penggila rumput laut. Hasilnya adalah rasa kuah yang gurih dengan selintasan rasa manis, dan beraroma asin laut.

Di bagian atasnya diberi tebaran nori atau rumput laut lembaran yang telah dicincang. Saat menyantap ramen wakame, selintas seperti menyeruput kuah ikan dengan rasa dan aroma tak terlalu kuat. Cocoklah untuk Anda yang lebih suka mi polos tanpa karakter rasa kuah yang mendominasi.

Agar semakin nikmat, Anda bisa pesan tambahan topping sebagai teman ramen. Tambahan tersebut bisa berupa potongan daging, potongan chicken katsu atau ayam berbalur tepung yang digoreng khas Jepang, dan naruto yang terbuat dari olahan ikan.

Harga ramen pun sangat terjangkau. Untuk ramen miso dan ramen wakame diberi harga Rp 10.000, sementara ramen tom yum seharga Rp 12.000. Untuk tambahan topping berupa ayam katsu, naruto, dan daging sapi, masing-masing diberi harga Rp 5.000.

Menurut Boy, gerobak ramen buka dari sekitar jam tiga sore sampai jam 10 malam. Ia menuturkan selama bulan puasa, penjualan memang mengalami penurunan. Biasanya pembeli membeli ramen untuk dibungkus dan akan disantap sebagai hidangan berbuka puasa.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana