Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 23:16 WIB
Nantikan Acara Wisata Kulminasi Matahari di Pasaman
Senin, 20 Agustus 2012 | 19:23 WIB
Dibaca:
|
Share:
Tribun Pontianak/Galih Nofrio Nanda ILUSTRASI - Miniatur tugu di dalam Tugu Khatulistiwa Pontianak, Kalimantan Barat.

LUBUK SIKAPING, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mulai merancang berbagai acara wisata di Kecamatan Bonjol guna memeriahkan peristiwa titik kulminasi matahari pada September 2012 mendatang.

"Kami merancang berbagai kegiatan menyambut fenomena alam titik kulminasi matahari (equinox) akan terjadi. Momen tersebut sangat tepat untuk mempromosi pariwisata Pasaman," kata Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Pasaman Ricky Riswandi di Lubuk Sikaping, Pasaman, Senin (20/8/2012).

Ia mengatakan, peringatan kulminasi matahari itu  akan dihelat selama satu minggu dengan kegiatan seperti bazar, atraksi kesenian dan kebudayaan Minangkabau serta kesenian asli Pasaman.

Selain itu, perhelatan menyambut kulminasi matahari juga akan dimeriahkan dengan menghadirkan sejumlah grup band, termasuk band papan atas Indonesia.

Menurutnya, peringatan kulminasi matahari yang akan digelar di Kecamatan Bonjol menjadi agenda tahunan Kabupaten Pasaman dan selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.

"Kami merancang berbagai kegiatan selama seminggu dengan harapan para wisatawan ramai berkunjung ke Kabupaten Pasaman, sehingga masyarakat luar tahu dengan kelebihan bidang pariwisata yang dimiliki," kata dia.

Ia menyebutkan, peringatan kulminasi matahari hanya terjadi sebanyak dua kali dalam setahun, yakni pada Maret dan September yang bisa disaksikan langsung di Pasaman.

Pada bulan Maret, Pemkab Pasaman tidak menggelar acara di areal Tugu Khatulistiwa Bonjol karena saat itu Kabupaten Pasaman masih dalam suasana berduka karena banjir bandan melanda Kecamatan Simpati.

Fenomena titik kulminasi matahari di Indonesia hanya bisa disaksikan secara langsung di Kabupaten Pasaman Sumatera Barat dan di Pontianak Kalimantan Barat, serta di Kabupaten Lingga Kepulauan Riau yang dilintasi garis Khatulistiwa.

Pada saat itu, matahari persis berada sejajar di atas kepala, sehingga setiap benda yang ditancapkan lurus tidak kelihatan bayang-bayangnya.

 

Sumber :
Editor :
kadek