Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 16:47 WIB
Menjaring Turis melalui Wisata Minat Khusus
Penulis : Ni Luh Made Pertiwi F | Rabu, 29 Agustus 2012 | 15:35 WIB
Dibaca:
|
Share:
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASATuris Kapal Pesiar - Rombongan turis asing menuruni kapal pesiar Seabourn Spirit yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, untuk melakukan tur wisata, Minggu (6/2/2011). Karimunjawa, Museum kereta api Ambarawa, perkebunan kopi Losari dan Borobudur masih menjadi tujuan utama mereka. Promosi dan pengembangan lokasi wisata yang memadai diharapkan akan dapat mengangkat pariwisata Jawa Tengah.
Foto:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 10 juta di tahun 2014.

Sedangkan tahun ini, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia ditargetkan 8 juta. Salah satu pengembangan pariwisata untuk menarik minat wisman maupun wisatawan nusantara (wisnus) adalah melalui wisata minat khusus.

"Misalnya wisata kapal pesiar. Ada 10 pelabuhan yang akan dikembangkan," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Selain wisata kapal pesiar, beberapa wisata minat khusus yang tengah dikembangkan pemerintah adalah wisata budaya dan sejarah, ekowisata, dan wisata olahraga dan rekreasi seperti golf, menyelam, selancar, layar, dan mendaki gunung.

"Juga wisata kuliner dan belanja. Setelah transportasi dan akomodasi, mereka spending untuk kuliner dan belanja," kata Mari.

Menparekraf menambahkan, wisata minat khusus lainnya adalah wisata kesehatan dan kebugaran. Termasuk di dalamnya adalah spa. Selain itu juga wisata MICE (meeting, incentive, convention, dan exhibition) dikembangkan sebagai wisata minat khusus.

"Indonesia menjadi host (tuan rumah) beberapa event internasional tahunan," tambah Mari.

Editor :
I Made Asdhiana