Sabtu, 20 Desember 2014

News / Megapolitan

Sejak Putaran Pertama, Kubu Jokowi Sasaran Fitnah

Minggu, 2 September 2012 | 09:37 WIB

Berita Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Dilaporkannya iklan kampanye Joko Widodo yang ditayangkan beberapa stasiun televisi oleh tim Foke-Nara dianggap fitnah. Sebab iklan tersebut hanya berisi dukungan secara terbuka para pedagang pasar kepada Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

Menurut Koordinator Tim Advokasi Jakarta Baru Habiburokhman, tidak masuk akal jika iklan tersebut dikategorikan sebagai kampanye. Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 23 UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, secara tegas menyebutkan bahwa kampanye pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah kegiatan dalam rangka meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program pasangan calon.

"Hal yang sama juga dilakukan oleh banyak ormas dan bahkan partai politik yang menyatakan dukungan kepada Foke secara terbuka di luar jadwal kampanye," ujar Habib dalam rilisnya, Minggu (2/9/2012).

Menurut Habib, serangan pada kubu Jokowi pasca putaran pertama Pilkada DKI Jakarta terus terjadi. Misalnya seperti tuduhan money politics terhadap pasangan Jokowi-Basuki yang juga pernah disampaikan ke Panwaslu, namun pelapor sama sekali tidak dapat membuktikan tudingan tersebut.

"Pasca-putaran pertama, kubu Jokowi memang kerap menjadi korban berbagai macam fitnah," ujarnya.

Dia juga mengkhawatirkan, pelaporan iklan kampanye di luar jadwal yang mengakibatkan dipanggilnya Prabowo Subianto oleh Panwaslu DKI Jakarta bagian dari 'strategi hitam', yakni strategi membombardir pihak lawan dengan fitnah-fitnah yang secara hukum tidak dapat dibuktikan, tapi diopinikan secara meluas.

Dalam komunikasi politik, lanjutnya, ada teori yang secara garis besar menyebutkan bahwa kebohongan yang dilakukan secara berulang-ulang dan meluas akan tampak seperti kebenaran.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Ana Shofiana Syatiri