Kamis, 2 Oktober 2014

News / Regional

Kriminalitas

Karyawan Dalangi Perampokan Pegadaian di Banda Aceh

Senin, 3 September 2012 | 19:04 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Kasus perampokan di Kantor Pegadaian Syariah Unit Batoh, Banda Aceh, dengan kerugian senilai Rp 1,8 miliar, akhirnya terungkap. Perampokan yang terjadi 28 Juli 2012 silam itu, ternyata didalangi seorang karyawan di pegadaian itu, Hilaryo.

Kepala Polresta Banda Aceh Komisaris Besar Moffan MK , Senin (3/8/2012), mengatakan, selain Hilaryo, polisi juga sudah menangkap dua pelaku lainnya, yaitu Erwan Herlangga dan Saddam Eko. Ketiganya warga Banda Aceh.

Perampokan terjadi pada 28 Juli 2012 lalu. Kala itu, sekelompok orang bersenjata mengambil paksa uang tunai sekitar Rp 100 juta dan menggasak emas nasabah

Pegadaian Syariah Unit Batoh yang tersimpan di brankas. Para pelaku juga mengambil kamera pengintai (CCTV) di kantor itu.

Awal terbongkarnya komplotan ini bermula dari informasi yang diperoleh kepolisian, mengenai keterlibatan Hilaryo.

"Informasi itu kami peroleh dari masyarakat. Lalu kami menangkap otak perampokan yang sedang berada di Aceh Tamiang itu. Dia merupakan kepala UPS Pegadaian Cabang Ulee Kareng, Banda Aceh," kata Moffan.

Dari keterangan Hilaryo, polisi kemudian menciduk Erwan dan Saddam yang ada di Banda Aceh. Saat ini polisi masih mengejar lima pelaku lain, yang masih melarikan diri.

Dalam perampokan, Hilaryo yang mempunyai ide, mendanai, dan memberikan informasi detail mengenai seluk-beluk kantor pegadaian yang disasar, termasuk lokasi brankas, CCTV, dan jam aktivitas karyawan. 

Erwan bertugas memonitor pegadaian di Batoh, sedangkan Saddam sebagai pengemudi mobil.

Hilaryo mengaku nekat merampok karena sedang kepepet utang. Dia lalu menghubungi Saddam yang kemudian mengajak teman-temannya yang lain, ikut merampok.

 

 

 


Penulis: Mohamad Burhanudin
Editor : Agus Mulyadi