Kamis, 23 Oktober 2014

News / Travel

Bukit Langkisau, Romantis dan Memesona

Minggu, 9 September 2012 | 09:31 WIB

KOMPAS.com – Perjalanan menuju bukit ini saja sudah mengesankan. Dari pusat kota Painan menuju Bukit Langkisau, perjalanan melalui jalanan berkelok, lalu di kanan kiri pohon rindang. Sesekali pohon rindang tak tampak dan yang muncul hanya panorama menakjubkan berupa laut nun jauh di bawah sana.

Sampai di pelataran parkir, cukup berjalan kaki menaiki tangga. Sebentar saja, hanya beberapa anak tangga dan saya sampai di puncak bukit di ketinggian 400 meter. Panorama di dekat pelataran parkir saja sudah memesona.

Sampai di puncak bukit, laut lepas dan Kota Painan menjadi pemandangan dominan. Bukit yang bentuknya melandai tersebut terhampar rumput hijau yang lapang. Seperti padang golf kecil yang berada di tepian tebing.

Namun, tepian itu seakan tak ada ujung, melainkan membulat ke bawah. Hati-hati saat melangkah untuk melihat panorama semakin dekat. Bisa-bisa terus berjalan, malah akan terjatuh. Menjelang sore, apalagi di akhir pekan, tepian bukit pun ramai dipadati pengunjung.

Mereka asyik berfoto-foto dengan latar belakang laut dan kota. Para muda-mudi asyik berpacaran sambil memandangi lautan. Memang, lokasi ini cocok untuk berpacaran, atau mau lebih berkesan lagi, jadikan Bukit Langkisau sebagai tempat Anda melamar kekasih. Suasananya terutama di senja hari begitu romantis.

Lautan di depan mata itu adalah Samudera Hindia. Berjejeran Pantai Salido dan Teluk Painan. Lekuk-lekuk kota di pesisir pantai itu pun tampak jelas. Jangan buru-buru beranjak, tunggu lah saat senja datang.

Beberapa pengunjung menyarankan saya untuk menantikan matahari terbenam di bukit ini. Semburat jingga di cakrawala samudera konon begitu cantik. Sayang, karena waktu yang terburu-buru, saat itu saya tak berkesempatan menyaksikannya sendiri.

Bukit Langkisau bukan sekadar untuk menikmati panorama. Para penggemar olahraga paralayang menjadikan bukit ini sebagai lokasi mereka “terbang”. Di kawasan ini komunitas paralayang biasa tampil.

Tak hanya itu, bukit ini pun menjadi lokasi acara-acara lomba paralayang hingga tingkat nasional dan internasional. Angin dan lokasinya memang cocok sebagai tempat melakukan paralayang. Bahkan setiap tahunnya diadakan Festival Paralayang.

Pengunjung bisa saja mencoba sendiri paralayang. Terbang di atas lautan dan kota Painan tentu meninggalkan kesan lebih mendalam dibanding sekadar duduk-duduk menikmati panorama. Cobalah uji adrenalin dengan “terbang” dengan paralayang.

Tak bisa paralayang? Tenang saja, seperti paralayang di Puncak Pass, Jawa Barat, di sini Anda juga bisa melakukan paralayang secara tandem. Jika ini kali pertama Anda mencoba paralayang, ketegangan dan jantung berdebar sudah pasti, tetapi panorama yang menakjubkan menjadi bayaran setimpal.

Menuju Bukit Langkisau

Bukit Langkisau berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Untuk menuju lokasi ini, pengunjung bisa menempuh perjalanan dari kota Padang menuju Kota Painan, ibu kota Pesisir Selatan.

Waktu tempuh dari Padang menuju Painan sekitar dua jam. Sementara dari Painan ke Bukit Langkisau sangat dekat, hanya sekitar 15 menit perjalanan darat. Jadi, jika Anda datang dari luar Pulau Sumatera, maka Anda bisa masuk ke Sumatera Barat melalui Bandara Minangkabau di Kota Padang.

Selain Bukit Langkisau, Kabupaten Pesisir Selatan menyimpan daya tarik lainnya seperti Pantai Carocok dan pulau-pulau yang cantik. Kabupaten ini memiliki 57 pulau yang menyimpan potensi wisata. Beberapa pulau yang sudah berkembang sebagai destinasi wisata adalah Pulau Cubadak, Pulau Karabak, Pulau Pulau Babi, dan Pulau Cingkuak.

Sayang, akomodasi di kabupaten ini masih minim. Belum ada hotel berbintang di Kota Painan. Beberapa pulau memang memiliki penginapan semacam resor. Di Kota Painan sendiri hanya memiliki hotel melati. Kota ini bisa menyediakan hingga 200 kamar dari berbagai hotel melati yang tersebar.

Namun, jangan jadikan keterbatasan akomodasi sebagai alasan. Bukit Langkisau sangat layak untuk dikunjungi. Bukit ini ibarat mata koin, menyimpan panorama nan romantis, sekaligus menjadi ajang uji adrenalin. Seakan romantisme yang menegangkan. 


Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana