Sabtu, 26 Juli 2014

News / Travel

Karangasem Kembangkan Konsep Kota Pusaka

Senin, 10 September 2012 | 19:56 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem mengembangkan konsep kota pusaka, menyusul kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang mengarahkan kunjungan wisatawan ke wilayah timur dan utara Pulau Dewata itu.

"Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum juga sangat mendukung konsep kami karena ternyata di daerah kami tersimpan potensi pariwisata budaya yang unik dan indah," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Karangasem, I Wayan Purna di Denpasar, Senin (10/9/2012).

Ia merasa yakin bahwa tuntasnya pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo sebagai tempat transit kapal pesiar dari mancanegara mampu meningkatkan kunjungan wisata di wilayah timur Pulau Bali itu.

Ditambah lagi dengan dukungan pemerintah pusat dan Pemprov Bali atas kelanjutan proyek pembangunan Jalan Ida Bagus Mantra hingga Amlapura sebagai Ibu Kota Kabupaten Karangasem.

Menurut Wayan Purna, dukungan itu menjadikan Pemkab Karangasem terus berupaya mewujudkan konsep kota pusaka dalam pembangunan sektor pariwisata.

Di Kabupaten Karangasem sampai saat ini telah terdata sebanyak 145 unit toko seni dan kerajinan, 15 unit tempat penukaran uang asing, 26.804 unit tempat usaha kerajinan tangan, dan 60 unit pusat kebugaran dan perawatan kesehatan tradisional. Selain itu terdapat pula enam unit hotel berbintang dengan 287 kamar, 102 unit pondok wisata dengan 294 kamar, dan 99 unit hotel kelas melati dengan 1.580 kamar.

Sektor pariwisata di Kabupaten Karangasem telah menyerap 4.065 tenaga kerja dengan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 374.738 orang pada 2011 dengan kunjungan terbanyak ke obyek wisata Pura Besakih di lereng Gunung Agung.

Jumlah kunjungan wisatawan pada 2011 lebih tinggi dibandingkan pada 2009 yang hanya 293.310 orang dan 2010 sebanyak 365.372 orang. Selama 2011, sebanyak 11 kapal pesiar yang transit di Pelabuhan Tanah Ampo memberikan kontribusi kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 8.812 orang.

Kemudian selama periode Januari-April 2012 enam kapal pesiar telah mengantarkan 6.673 wisatawan mancanegara berkunjung ke Kabupaten Karangasem.

Pada 2011 sektor pariwisata mampu menyumbangkan Rp 19,898 miliar terhadap pendapatan asil daerah (PAD) Kabupaten Karangasem dari target senilai Rp 16,436 miliar. Namun pencapaian kinerja sektor pariwisata di Kabupaten Karangasem tersebut belum memuaskan pihak pengelola hotel dan restoran.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem, I Nyoman Kariasa melihat masih adanya persaingan tidak sehat antarpengelola akomodasi pariwisata di wilayah Candidasa.

"Selama pemerintah tidak bisa mengatasi persaingan tarif sewa kamar, pemandu wisata ilegal, dan transportasi, kami khawatir pertumbuhan pariwisata malah menimbulkan dampak negatif," katanya.


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: