Selasa, 23 September 2014

News / Travel

Yuk, Kunjungi Pameran Kerajinan di Sail Morotai

Jumat, 14 September 2012 | 12:52 WIB

Berita Terkait

MOROTAI, KOMPAS.com - Perhelatan Sail Morotai 2012 dimanfaatkan Pemerintah Daerah untuk mempromosikan potensi daerah. Salah satunya adalah kerajinan daerah unggulan yang ada di Maluku Utara. PKK Provinsi Maluku Utara merangkul aneka jenis kerajinan tangan unggulan dari sembilan Kabupaten/Kota se-Maluku Utara.

Pameran kerajinan daerah ini mengambil tempat di lokasi pelaksanaan Sail Morotai, tepatnya di gedung kedua pintu masuk lokasi kegiatan sebelum gedung Museum PD II. Gedung itu pun diberi nama gedung kerajinan. Di dalam gedung berukuran 6x7 meter persegi itu dipamerkan aneka jenis kerajinan tangan hasil karya masyarakat Maluku Utara.

Maluku Utara dikenal sebagai negeri rempah-rempah oleh bangsa-bangsa Eropa. Sebab di bumi Moloku Kieraha itu banyak ditemukan buah pala dan cengkeh. Wajar saja, hasil kerajinan tangan yang dipamerkan di sana banyak bernuansa cengkeh dan pala. Aneka souvenir seperti hiasan meja, gantungan kunci, asbak dan sebagainya bahkan kerajinan batik khas Ternate juga bercorak cengkih dan buah pala.

Di Maluku Utara khususnya di Ternate memang sudah ada perajin kain tenun yang oleh bahasa setempat menyebutnya Rapindo (kain tenun). Kerajinan kain tenun inii kemudian dikembangkan menjadi pengrajin batik khas Maluku Utara. Yang membuat batik khas Maluku Utara itu berbeda dengan batik-batik lainnya dapat dilihat dari coraknya.

Batik-batik itu umumnya bercorak buah cengkih dan pala, termasuk bercorak burung bidadari yang tak lain adalah potensi unggulan fauna di daratan Halmahera. Kualitas batiknya pun tak kalah menarik dengan batik-batik lain yang ada di Indonesia. Sedangkan gaya coraknya terdapat dua macam, yakni corak tulis tangan dan corak printing.

Soal harga, batik Maluku Utara dapat di beli dengan harga Rp 400.000 sampai Rp 500.000 untuk ukuran satu badan pakaian. Selain batik, hasil kerajinan yang paling khas lagi berupa batu bacan. Kerajinan ini hanya terdapat di Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan.

Batu Bacan merupakan salah satu jenis batu perhiasan. Di Maluku Utara, batu Bacan hanya bisa ditemui di Bacan. Karena itu, namanya pun digunakan nama daerahnya. Kualitas batu bacan ini nyaris menyerupai harga-harga batu permata. Antara Rp 500.000 sampai Rp 1 jutaan. Bahkan ada yang sampai mencapai puluhan juta rupiah, tergantung ukuran dan jenisnya.

"Batu bacan yang paling mahal itu warnanya biru. Karena ada dua jenis batu bacan yaitu hitam dan biru," jelas Kadir, Sekretaris PKK Provinsi Malut yang juga selaku koordinator pameran kerajinjan tangan, Jumat (14/9/2012).

Masih banyak lagi kerajinan-kerajinan lainnya yang ditemukan saat berkunjung ke pameran tersebut. Seperti hasil kerajinan keramik dari Pulau Mare Kota Tidore Kepulauan. Karena di Pulau Mare dikenal memiliki tanah liat yang tak pernah dijumpai di Maluku Utara. Ada lagi kerajinan-kerajinan tangan yang memanfaatkan bahan seperti tempurung dan kulit kerang. Kedua jenis kerajinan ini karena di Maluku Utara juga dikenal memiliki potensi perkebunan seperti kelapa dan potensi di bidang kelautan dan perikanan. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Halmahera, Anton Abdul Karim
Editor : Glori K. Wadrianto