Jumat, 19 Desember 2014

News / Travel

Sail Morotai, Strategi Ampuh Angkat Potensi Wisata Malut

Jumat, 14 September 2012 | 17:26 WIB

Berita Terkait

MOROTAI, KOMPAS.com - Pelaksanaan Sail Morotai 2012 menjadi strategi ampuh dalam mengangkat potensi pariwisata di kepulauan yang terletak di bagian sebelah paling utara dari Provinsi Maluku Utara tersebut.

"Pelaksanaan Sail Morotai 2012 merupakan strategi ampuh untuk mengangkat potensi kelautan dan pariwisata di mata dunia internasional," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo di Morotai, Jumat (14/9/2012).

Menurut Sharif, kegiatan Sail Morotai juga akan dapat memberikan dampak positif yang cukup signifikan bagi daerah Morotai, mulai dari pembangunan atau perbaikan sarana dan prasarana transportasi, pengembangan tujuan lokasi wisata, serta sebagai wahana untuk mengenang Perang Dunia (PD) II.

Apalagi, lanjutnya, Sail Morotai 2012 merupakan ajang promosi bagi koridor ekonomi Morotai untuk industri perikanan dan pertambangan.

Sharif juga mengemukakan, Pulau Morotai diproyeksikan sebagai wilayah ekonomi khusus gerbang Asia Pasifik yang laju pertumbuhan ekonominya sangat pesat.

"Hal ini terlihat dari letak Kabupaten Pulau Morotai yang sangat strategis yakni dekat dengan negara-negara Asia Pasifik serta banyak dilalui jalur pelayaran internasional, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal," katanya.

Pemerintah telah menyelenggarakan kegiatan "Sail" sejak tahun 2009, dimulai dengan Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, dan Sail Wakatobi - Belitong 2011.

Pulau Morotai yang seringkali disebut sebagai "East Indonesia Paradise" merupakan pesona kecantikan timur Indonesia dengan daya tarik wisata alam bahari yang sangat mempesona serta keragaman dan keunikan biota laut.

Selain itu Morotai sering juga disebut sebagai Morotai The Memory Island (Morotai Pulau Kenangan), karena pada saat Perang Pasifik (Perang Dunia II), Morotai dua kali mengalami pendudukan tentara asing. Jepang pada 1942 di bawah pimpinan Jenderal Kawashima, serta tentara Sekutu pada 1944 di bawah komando Jenderal Douglas McArthur. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : I Made Asdhiana
Sumber: