Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 06:05 WIB
Minat Wisatawan Domestik Tak Pernah Kendur
Jumat, 14 September 2012 | 22:21 WIB
Dibaca:
|
Share:
KOMPAS/SAMUEL OKTORASejumlah pengunjung berfoto bersama di dekat Tiwu Nua Muri Koo Fai, salah satu kawah Danau Kelimutu, di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/8/2012). Dalam suasana Idul Fitri 1433 Hijriah ini terjadi fenomena alam yang langka, yaitu danau kawah tersebut berubah warna dari hijau muda menjadi hijau keputih-putihan.
Foto:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengibaratkan wisatawan domestik seperti pabrik berjalan. Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf, M. Faried, di Jakarta, Jumat (14/9/2012), mengatakan, ungkapan metafora bahwa wisatawan domestik bagaikan pabrik-pabrik berjalan memang tepat.

"Ya para wisatawan domestik itulah yang menghasilkan lapangan kerja, lapangan usaha, seakan menjadi pabrik uang yang produksinya diberikan kepada masyarakat. Seperti pabrik-pabrik kecil yang berjalan-jalan," katanya.

Faried mengatakan, dari pengamatan instansinya, minat wisatawan domestik alias wisatawan nusantara (wisnus) tak pernah kendur sekalipun mengalami berbagai hambatan dalam pelancongannya.

Faried mencontohkan wisnus tampak tak pernah mundur sekalipun mengalami beberapa kali kemacetan lalu lintas. "Kadang kala dalam deretan kendaraan bermotor yang berkilo-kilo meter panjangnya, sekian jam lamanya. Namun niat mereka untuk berwisata tak surut," katanya.

Di tengah kota, misalnya, termasuk di pusat-pusat perbelanjaan dan wisata kuliner, wisnus berdesakan terutama pada musim liburan. "Mereka berpacu satu sama lain memenuhi tempat-tempat hiburan untuk berekreasi," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Faried, pariwisata domestik sudah selayaknya mendapatkan tempat khusus mulai dari reformasi administrasi dan kebijakan, partisipasi sektor swasta, hingga investasi infrastruktur.

Sejumlah hal penting yang mendesak untuk dilakukan di antaranya menerbitkan panduan akomodasi untuk pariwisata domestik dan memperkenalkan teknologi informasi seperti situs web multibahasa agar bisa digunakan oleh wisatawan domestik.

Sumber :
Antara
Editor :
I Made Asdhiana