Selasa, 2 September 2014

News / Travel

Pesona Pedesaan di Kota

Sabtu, 15 September 2012 | 11:51 WIB

Oleh Pingkan Elita Dundu

Kepenatan akibat rutinitas dan kemacetan Jakarta membuat kerinduan pada suasana alam pedesaan makin terasa. Duduk di saung atau gazebo di antara hamparan hijau rerumputan sembari mencicipi aneka masakan jadi impian.

Menikmati semilir angin, bunyi gemericik air sungai, desauan gesekan ranting dan dedaunan, serta kicauan burung dan suara anak kambing mengembek. Sejenak kepenatan hati dan kesuntukan pikiran pun terobati

Geliat dunia kuliner seakan tak mau berhenti. Para pelaku usaha harus terus menciptakan daya tarik tersendiri sehingga tempatnya menjadi pilihan pengunjung. Salah satu di antaranya menjual pesona alam.

Namun, dari sekian banyak restoran yang mengangkat konsep tersebut, bisa dihitung dengan jari pelaku usaha yang berani memadukan pesona alam dengan konsep restoran keluarga dan bisnis.

Di antara sekian banyak pelaku usaha itu, Restoran Kampoeng Aer, di Jalan Gading Golf Boulevard Serpong, Tangerang Selatan, berani memadukan konsep tersebut.

Lokasi restoran ini cukup strategis, terletak antara Bumi Serpong Damai (Tangerang Selatan), Gading Serpong (Kabupaten Tangerang), dan Kota Tangerang.

Dibangun di atas lahan seluas 5 hektar, suasana alam pedesaan tergambar dengan aneka pepohonan yang ditanam di sana-sini, antara satu gazebo dan gazebo lainnya. Pepohonan itu berpadu dengan hamparan rumput yang tersusun rapi seperti karpet hijau. Saat ini sebagian rumput yang ada berwarna kuning kecoklatan, sebagai dampak kemarau panjang.

Berada dalam kawasan alam pedesaan tercipta dengan hadirnya bunyi anak kambing yang mengembek, kicauan burung, serta gemericik air sungai dan desauan daun dan ranting pohon terdengar saat berada di gazebo beratapkan genteng yang dibangun di alam terbuka di pinggiran Sungai Cisdane. Kehadiran gazebo yang tertata cantik menambah sempurna tempat ini. Gazebo-gazebo mengelilingi gazebo utama untuk pentas seni atau kegiatan lainnya.

Terdapat 10 gazebo dengan kapasitas mulai dari 10 hingga 100 orang. Di sini Anda juga bisa menikmati pemandangan dan bersantap dengan konsep lesehan, tetapi tetap eksklusif. Di setiap gazebo disediakan dua kursi malas untuk lesehan terbuat dari anyaman rotan.

Suasana yang diciptakan alami dengan kontur tanah natural dan seolah terpisah dari keramaian. Bambu hijau, pohon pisang, dan rerumputan membentengi kawasan yang berjarak sekitar 1.200 meter dari jalan raya. Jarak yang agak jauh dari jalan raya bertujuan agar restoran ini bebas dari kebisingan lalu lalang kendaraan.

”Sesuai dengan namanya, pada konsep awal kami akan menghadirkan banyak air dalam kawasan ini. Akan tetapi, setelah terus dikaji, konsep itu berubah menjadi restoran taman dan tempat bermain anak-anak. Namun, unsur aer atau air tetap dihadirkan dalam kawasan ini,” kata US Junaedi, juru bicara yang juga penanggung jawab Restoran Kampoeng Aer Serpong.

Air yang dihadirkan berupa pemandangan Sungai Cisadane yang berada di pinggir salah satu sudut restoran itu. Di dalam kawasan tersebut, dibangun kolam serok, kolam bermain anak-anak, dan kolam ikan.

Trek bersepeda

Tak hanya menawarkan keindahan pesona alam pedesaan, pengelola restoran ini menghadirkan tempat bermain anak, seperti outbound, menangkap ikan dalam kolam, berenang, dan taman bermain anak.

Tak hanya menawarkan pemandangan sawah, taman bermain anak-anak, dan tempat bersepeda, tempat ini juga menyediakan ruangan VIP yang tertutup. Ruang ini bisa dipergunakan untuk pertemuan atau rapat, arisan, dan acara reuni. Tempat ini juga bisa digunakan untuk pesta taman bagi mereka yang berulang tahun dan resepsi pernikahan.

Bagi yang hobi mengendarai sepeda, jangan ragu untuk mampir ke Kampoeng Aer, karena restoran ini menyediakan trek sepeda, tempat parkir untuk sepeda, dan bimbingan tentang bagaimana memilih sepeda yang baik dan onderdil yang digunakan.

Di samping itu, pada setiap Minggu pagi, Kampoeng Aer menyediakan buffet khusus untuk pengunjung yang datang dengan menggunakan sepeda dari pukul 06.00-10.00.

Tak sulit mendapatkan lokasinya. Sekitar 200 meter dari jalan masuk samping RS Ashobirin di Jalan Raya Serpong. Bagi yang datang dari Jakarta, bisa keluar dari tol Alam Sutra menuju arah Serpong. Jika jalur ini yang dipilih, posisi rumah sakit berada di sisi kanan dan harus mengambil arah memutar balik. Bisa juga dari tol Serpong keluar menuju Kota Tangerang. Pada jalur ini posisi rumah sakit berada di sebelah kiri.

Variatif dan unik

Tak hanya menawarkan pesona alam yang indah. Sensasi makanan yang diracik oleh Executive Chef Ncank itu penuh dengan variasi dan unik. Variasi ini kian menendang dengan permainan bumbu dan bahan campuran lain. ”Menu utama di sini ikan. Semua makanan di sini segar dan bebas dari bahan pengawet,” kata Ncak.

Beberapa menu yang jarang dijumpai di restoran lain, di antaranya, patin dan ayam rujak stroberi, gurami telur asin, dan nila rujak kecombrang. Ada juga variasi menu lain, seperti ayam bakar bambu, dan minumannya green veggie atau jus sayuran yang diracik khusus oleh Ncank.

Restoran dengan nama hampir sama, Kampoeng Air ada di Cibubur, Jakarta Timur. Tapi, di sini sajian menunya kuliner khas Aceh.

Mi kuah spesial, ikan kayu, kue timpan, kopi solong, air timun, dan air tebu, menjadi sebagian menu yang bisa dipilih.

Kue timpan yang kenyal manis dan secangkir kopi solong yang pahit menjadi pasangan yang pas di lidah. Biar pelayan memberikan sepiring kecil gula pasir, rasanya malah pas untuk tidak menambahkan gula. Tanpa gula, aroma kopi otentik harum dan rasa nikmatnya. Selanjutnya, bisa pilih menu ikan kayu dan mi kuah spesial. Ikan kayu adalah masakan potongan daging ikan tongkol ditumis dengan bumbu agak pedas yang lezat. (BRO)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: