Rabu, 3 September 2014

News / Bisnis & Keuangan

Panas Bumi

Produksi Listrik PLTP Dieng Meningkat

Selasa, 18 September 2012 | 12:49 WIB

BANJARNEGARA, KOMPAS.com — PT Geo Dipa Energi selaku pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, optimistis mampu memproduksi listrik hingga 45 Megawatt selambatnya akhir tahun ini. Mereka kini mulai mengaktifkan kembali dua sumur produksi lama yang sebelumnya terbengkalai.

Pengawas Kesehatan, Keselamatan, Lingkungan, dan Hubungan Masyarakat PT Geo Dipa Energi (GDE), Suparwanto mengatakan, instalasi pembangkitan panas bumi yang berada di dataran tinggi Dieng tersebut sempat tidak berproduksi mulai April hingga Mei lalu akibat pemeliharaan rutin. Terjadi tumpukan silika dalam sumur produksi sehingga uap untuk menggerakkan turbin berkurang.

"Saat ini kami sudah berhasil membersihkan seluruh silika dari sumur-sumur produksi. Hasilnya, kapasitas produksi listrik mulai meningkat," ujar Suparwanto, Selasa (18/9/2012).

Dari kapasitas maksimal PLTP Dieng sebesar 60 MW, rata-rata produksi sejak 2008 hingga awal tahun ini merosot menjadi 20 MW. Namun, dengan upaya pembersihan kerak dalam sumur tersebut, produksi sudah naik menjadi 28 MW.

Selain itu, akhir pekan ini PT GDE juga akan melakukan uji coba pengaktifan kembali sumur produksi Dieng 30 di Desa Pakuwan yang diharapkan mampu menambah kapasitas produksi sebesar 10 MW. Selanjutnya, pengaktifan sumur Dieng 29 di Desa Kepakisan juga ditargetkan selesai sebelum akhir tahun ini.

Dua sumur tersebut akan disambungkan dengan pipa ke sumur-sumur produksi lain yang sudah aktif. "Jika dua sumur itu aktif, setidaknya produksi listrik PLTP Dieng bisa mencapai 45 MW," kata Suparwanto.

Selain kerusakan teknis, salah satu kendala produksi panas bumi lainnya adalah masifnya penggundulan lahan Dieng untuk tanaman kentang. Sebab, penggundulan hutan berdampak buruk terhadap serapan air tanah yang dapat mengurangi uap yang dihasilkan dari dalam bumi.


Penulis: Gregorius Magnus Finesso
Editor : Nasru Alam Aziz