Minggu, 21 September 2014

News / Travel

Mengunjungi Situs Gua Verhoeven

Minggu, 23 September 2012 | 07:54 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Bekas penggalian tengkorak manusia Flores di gua Verhoeven oleh seorang misionaris dan arkeolog Belanda, Pater Verhoeven masih ada di depan gua di Bagian Barat perkebunan Mahoni dan kayu lokal di Kampung Solohana, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, di sekitar Kota Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Di Kota Labuan Bajo sangat banyak obyek pariwisata yang harus dikelola dan dipromosikan dengan baik. Selain promosi binatang purba komodo di Taman Nasional Komodo yang sudah terkenal, obyek-obyek wisata lainnya juga dikemas dengan baik sehingga wisatawan dapat berkunjung ke obyek wisata itu setelah mereka pulang dari Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Apabila obyek wisata di Labuan Bajo gencar dipromosikan di dalam dan luar negeri, Pemkab Manggarai Barat maupun masyarakat serta pelaku-pelaku pariwisata akan mendapatkan keuntungan. Hal ini disampaikan Pendiri Yayasan Sosial Pemerhati Pendidikan Kabupaten Manggarai Barat, Pater Marselinus Agot, SVD kepada Kompas.com dan Koordinator Lapangan Manggarai Kompas dalam kegiatan Tim Jelajah Sepeda Bali-Komodo, Frans Sarong di perkebunannya di Solohana, Sabtu (22/9/2012).

Pater Agot menjelaskan, di sekitar Kota Labuan Bajo ada banyak obyek wisata yang dijual kepada wisatawan, seperti Situs Gua Verhoeven di Solohana, Gua Batu Cermin, kawasan hutan Mbeliling, Tikus Raksasa, air terjun Cunca Wulang dan air terjun Cunca Rami. Tak kalah menarik adalah keindahan matahari terbenam dari Bukit Cinta di wilayah Waecicu, pemandangan matahari terbenam di Pantai Labuan Bajo dari Bukit Waringin dan sejumlah bukit di Kota Labuan Bajo serta pemandangan Kota Labuan Bajo dari perkampungan Melo.

Menurut Agot, bekas penggalian tengkorak manusia sudah dilakukan seorang misionaris Belanda Pater Verhoeven dan hasil galiannya ada. Pater Agot menjelaskan, Situs Gua Verhoeven ada di dalam perkebunan Yayasan Sosial Pemerhati Pendidikan Manggarai Barat dan ke depan direncanakan menjadi wisata rohani bagi masyarakat Manggarai Barat maupun wilayah Flores, NTT.

Untuk menuju ke Situs Gua Verhoeven, jelas Pater Agot, dari Pantai Pede dan wilayah Gorontalo yang terkenal dengan lima hotel berbintangnya itu wisatawan bisa menyusuri Kota Labuan Bajo, melewati Kantor Bupati Manggarai Barat, Mapolres Manggarai Barat, Kejaksaan Negeri Labuan Bajo, Kantor DPRD Manggarai Barat dan rumah jabatan Bupati Manggarai Barat. Lalu belok kiri menuju ke Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata Manggarai Barat menuju ke Kantor Perhubungan Manggarai Barat dan memasuki tikungan pertama hingga menuju ke perkebunannya di Solohana.

Setiba di Solohana, wisatawan berjalan di tengah hutan kayu milik Yayasan Sosial Pemerhati Pendidikan Manggarai Barat yang sudah menanam jenis kayu mahoni, kayu lokal Nara dan lainnya. Kira-kira perjalanannya ditempuh lima menit dan naik ditanjakan menuju kemegahan Situs Gua Verhoeven dengan batu besar. Di depan gua itu bekas penggalian masih ada, namun, ada sebagian sudah ditutupi kayu kering.

Pater Agot menjelaskan, Situs Gua Verhoeven belum dibersihkan apalagi di musim kemarau seperti sekarang. Rupanya, kata Agot, manusia Flores pernah tinggal di gua ini disebabkan ada bekas asap perapian di batu-batu di gua. Selain ke gua, wisatawan bisa menikmati kesejukan dibawah rimbunan pohon Mahoni serta dua mata air yang berada di tengah hutan kayu yang tingginya diperkirakan 20 meter.

Frans Sarong, Koordinator Lapangan Manggarai Barat dari Tim Jelajah Sepeda Bali-Komodo kepada Kompas.com menjelaskan, dirinya melakukan survei lokasi wisata di Kota Labuan Bajo untuk dikunjungi Tim Jelajah Sepeda Bali-Komodo apabila peserta ingin berkunjung sesudah pulang dari Pulau Komodo. "Saya juga mengunjungi obyek wisata Batu Cermin di Kota Labuan Bajo untuk dipromosikan kepada peserta Jelajah Sepeda Bali-Komodo," jelasnya.


Penulis: Kontributor Manggarai, Markus Makur
Editor : I Made Asdhiana