Rabu, 23 Juli 2014

News / Travel

Pantai Ujung Kupang, Si Eksotis dari Sinjai

Minggu, 23 September 2012 | 09:57 WIB

SINJAI, KOMPAS.com - Pantai Ujung Kupang yang menjadi tujuan wisata alternatif warga Sinjai untuk melepas kepenatan. Setiap akhir pekan, terutama Sabtu atau Minggu dan hari libur lainnya, lokasi itu dipadati pengunjung.

Para pengunjung pun datang dengan berbagai alasan. Ada yang ingin menikmati keelokan pantai serta panorama alam di sekitarnya, atau sekadar melepas penat, usai beraktivitas selama sepekan.

Tak butuh waktu yang lama menuju ke objek wisata pantai itu, hanya sekitar 30 menit dan jaraknya pun kurang lebih 15 Kilometer sebelah timur Ibu Kota Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Untuk menikmati suguhan keindahan alam wisata bahari itu, tak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Pengunjung hanya harus merogoh kocek untuk retribusi masuk Rp 2.000 untuk kendaraan sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Saat berada di objek wisata itu, pengunjung pun disuguhkan pemandangan alam yang eksotis nan memikat. Deretan pohon kelapa dan pohon lainnya, yang berada di bibir pantai menjadi pemikat tersendiri.

Selain itu, hamparan pasir halus dan hembusan angin pantai yang sejuk membuat pengunjung merasakan suasana berbeda. Berbagai pemandangan panorama alam maupun aktivitas nelayan yang sedang melaut atau yang menambatkan perahunya di sepanjang bibir pantai, menjadi aktivitas tersendiri di pantai ini. Kesan alami inilah yang jarang ditemukan di objek wisata lainnya.

"Saya lebih suka datang ke sini kalau libur ketimbang wisata lain, karena selain tempatnya dekat dari kota, biaya masuk juga murah meriah," ujar Arfah, yang datang berkunjung bersama keluarganya, Minggu (23/09/2012).

Pengunjung pun dapat menikmati keindahan panorama pantai dengan menggelar tikar di bawah pepohonan. Dan saat air pasang, banyak pengunjung yang memanfaatkan untuk bermain bola pantai, atau sekadar menelusuri bibir pantai sembari mengabadikan dirinya dengan pemandangan sekitar bibir pantai menggunakan kamera. Apa lagi saat matahari terbit (sunrise) dan terbenam (sunset), serasa berada di Pantai Kuta, Bali.

Tak kalah menariknya, gugusan Pulau Sembilan tampak jelas terlihat dari pantai ini. Saat air pasang, hamparan bebatuan akan tampak di sekitar bibir pantai. Batu yang sudah terkikis air laut itu, membentuk pola tonjolan yang tak beraturan.

Para pengunjung pun memanfaatkan batu ini sebagai tempat refleksi, dengan berjalan tanpa menggunakan alas kaki di atas hamparan batu. Mereka akan merasakan sensasi kesegaran, saat bebatuan tersebut menekan titik refleksi di kaki.

 


Penulis: Kontributor Bone, Abdul Haq
Editor : Ana Shofiana Syatiri