Selasa, 2 September 2014

/

RASISME

Mulutmu adalah Harimaumu, John...

Selasa, 25 September 2012 | 05:02 WIB

Mantan kapten tim nasional Inggris, John Terry, dengan berat hati menghadapi sidang komite disiplin Football Association, Senin (24/9) pagi waktu setempat. Sidang itu digelar di kantor pusat FA di Stadion Wembley, London utara.

Peribahasa mulutmu adalah harimaumu pas betul untuk Terry yang tersandung masalah karena ucapan bernada rasial terhadap pemain Queens Park Rangers, Anton Ferdinand. Peristiwa itu sudah lumayan lama, persisnya saat laga Liga Inggris, Oktober 2011, tetapi persoalan adu mulut itu belum selesai.

Pemanggilan terhadap bek senior klub Chelsea itu hanya berselang sehari setelah Terry memutuskan hengkang dari tim nasional Inggris. Terry keluar dari tim ”Three Lions” sebagai wujud protesnya atas pemanggilan FA.

Terry merasa dipojokkan walau tuduhan perbuatan kriminal terhadapnya tidak terbukti. Menurut Terry, pemanggilan oleh FA membuat dia tersisih dari tim nasional.

”Saya sudah dinyatakan tak bersalah oleh pengadilan. Mengapa FA terus mengejar saya dengan tuduhan lain? Akibatnya saya tak bisa dipertahankan di tim nasional,” kata Terry.

Setelah memutuskan mundur dari tim nasional Inggris, Terry akan fokus membela Chelsea. Ia akan tampil habis-habisan di ajang Liga Inggris dan turnamen-turnamen di Eropa. ”Saya ucapkan terima kasih atas dukungan para suporter dan klub Chelsea kepada saya,” ujarnya.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal FA Alex Horne menolak jika FA dituding sebagai biang keladi mundurnya Terry. ”Itu keputusan (Terry) pribadi. Kami tidak melihat ada hubungan antara pemanggilan FA dan posisi Terry di tim Inggris. Masalah pemanggilan dan keputusan Terry mundur dari tim nasional adalah dua masalah yang berbeda,” kata Horne.

Pelatih tim nasional Inggris, Roy Hodgson, prihatin atas keputusan Terry. Apalagi, hubungan Hodgson dan Terry cukup hangat. ”Saya berterima kasih atas komitmennya terhadap tim nasional. Namun, saya kecewa karena kehilangan pemain dengan pengalaman internasional seperti dia. Saya berharap dia sukses bersama Chelsea,” kata Hodgson.

Selalu membantah

Terry membantah bahwa dia pernah mengucapkan kata-kata bernada rasial terhadap Anton Ferdinand. Terry berharap putusan pengadilan akan menyelesaikan persoalan tersebut, tetapi ia keliru. FA merasa perlu mendengar langsung keterangan Terry.

Para pendukung Terry berpendapat, FA seharusnya tidak usah memanggil Terry karena toh putusan pengadilan sudah membuktikan Terry tidak bersalah. Putusan pengadilan tersebut semestinya menjadi pedoman bagi FA. Namun, FA bergeming.

Terry bukan tidak mungkin akan menerima nasib seperti pemain Liverpool, Luis Suarez, yang dilarang bertanding delapan kali karena ucapan bernada rasial terhadap pemain Manchester United, Patrice Evra. Ini olahraga, tiada ruang untuk pemain yang gemar mengumbar ucapan rasial. (AFP/WAD)


Editor :