Kamis, 28 Agustus 2014

News / Travel

Suatu Hari di Pulau Mandangin

Senin, 1 Oktober 2012 | 15:57 WIB

CAHAYA matahari menimbulkan warna biru menyala pada permukaan air di Selat Madura. Perjalanan dari Sampang menuju ke sebuah pulau kecil di selatannya, Pulau Mandangin, Madura, Jawa Timur, dipayungi hari cerah. Pulau seluas 1,65 kilometer persegi ini kepadatannya melebihi Pulau Jawa, dengan penduduk hampir 18.000 jiwa. Mayoritas penduduknya merupakan nelayan yang melaut di sekitar wilayah Selat Madura hingga perairan Laut Jawa.

Pulau Mandangin menyimpan alam yang indah. Pantai pasir putih, laut biru yang dipenuhi kapal warna-warni. Sementara para wanita dengan gaya khas menyunggi barang bawaannya di atas kepala.

Orang Madura menyebut Pulau Mandangin sebagai Pulau Kambing. Memang, kambing- kambing di pulau ini berkeliaran bebas layaknya anjing atau kucing di setiap sudut jalan di perkotaan.

Namun, sebagian besar warga selama ini belum bisa menikmati air tawar. Jikalau ada pun, mereka biasanya menampung air hujan. Agustus lalu berdiri sebuah instalasi penyediaan air baru yang mengubah air laut menjadi air tawar dengan sistem osmosis atau instalasi Sea Water Reverse Osmosis yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum. Keberadaan air bersih diharapkan bisa mengubah kehidupan di pulau kecil ini. (Rony Ariyanto Nugroho)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: