Senin, 15 September 2014

News / Travel

Wisata ke Lampung? Ini Tipsnya...

Jumat, 12 Oktober 2012 | 17:58 WIB

Berita Terkait

KOMPAS.com - Alam menjadi wisata andalan Provinsi Lampung. Penggemar pantai dan laut, melakukan trekking di dalam hutan, naik gunung, sampai bertemu satwa liar di alamnya, menjadi aktivitas wisata yang bisa dilakukan di Lampung.

Sayang, infrastruktur di Lampung memang belum memadai, terutama akses menuju obyek wisata. Namun jangan jadikan hal ini halangan Anda. Apalagi jika Anda tergolong pelancong penggemar petualangan dan tak rewel soal akomodasi maupun perjalanan darat yang jauh.

Operator tur di Lampung sebenarnya banyak, ada sekitar 90 biro perjalanan wisata lokal. Namun, sebagian besar biro perjalanan wisata yang menjual paket wisata di Lampung malah berasal dari luar Lampung. Jika berminat wisata ke Lampung, berikut beberapa panduannya.

Akses Menuju Lampung

Lampung sangat lengkap jika berbicara akses masuk ke provinsi ini. Anda bisa pilih jalur laut, udara, maupun darat. Jalur darat bisa diakses melalui kereta api. Jalur kereta api menghubungkan provinsi-provinsi di Pulau Sumatera. Jadi jika Anda tinggal di Pulau Sumatera, sebaiknya gunakan kereta api untuk mendapatkan sensasi perjalanan yang berbeda.

Penelusuran dengan kereta api membawa penumpang ke masa-masa saat Belanda menggunakannya untuk keperluan tambang. Selain kereta api, jalur darat dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa juga memungkinkan Anda melakukan lintas provinsi ke Lampung menggunakan mobil.

Dari Pulau Jawa, perlintasan adalah Pelabuhan Merak di Banten ke Pelabuhan Bakauheni di Lampung. Mobil akan naik kapal feri dengan lama tempuh perjalanan di laut selama satu jam.

Perjalanan dari Jakarta ke Pelabuhan Merak adalah tiga jam. Sedangkan dari Pelabuhan Bakauheni ke pusat kota Bandar Lampung bisa ditempuh sekitar satu jam.

Lewat jalur darat, selain mobil pribadi bisa naik kendaraan umum. Dari Jakarta tersedia mobil travel dari Gambir sampai Bandar Lampung dan bus lintas provinsi.

Untuk jalur udara, maskapai yang melayani rute Jakarta-Lampung adalah Batavia, Sriwijaya, Merpati, Garuda Indonesia, dan Lion Air. Lama tempuh perjalanan dengan pesawat adalah setengah jam. Tak semua provinsi di Indonesia terhubung langsung dengan Lampung, melainkan harus transit terlebih dahulu di Jakarta.

Transportasi

Dari Bandara Radin Inten II menuju pusat kota Bandar Lampung bisa naik taksi bandara berupa mobil Avanza ataupun taksi biasa. Kisaran tarif adalah Rp 100.000 dengan waktu tempuh sekitar setengah sampai satu jam tergantung kemacetan.

Taksi di Lampung tidak mengunakan argometer. Sehingga harga ditetapkan sesuai perjalanan dalam kota atau luar kota. Dua taksi yang umum direkomendasikan adalah Taksi Siger dan Taksi Puspa Jaya. Taksi-taksi ini bisa dijumpai di bandara.

Untuk berkeliling Lampung, disarankan menyewa mobil. Kisaran sewa mobil seperti Avanza mulai dari Rp 350.000 sudah termasuk supir tetapi belum termasuk bensin.

Bisa saja jika ingin menggunakan transportasi umum berupa angkot dan bus antar kota. Pilihan lain untuk wisata jarak dekat bisa menggunakan ojek. Ojek mudah ditemukan di Lampung.

Sedangkan untuk perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni ke pusat kota Bandar Lampung tersedia bus reguler yang melayani penumpang selama 24 jam. Tarif bus tersebut Rp 20.000.

Akomodasi

Di Kota Bandar Lampung tersedia hotel dari kelas melati hingga berbintang. Hotel berbintang empat ke atas seperti Novotel, Bukit Randu, dan Sheraton. Ada pula kelas bintang tiga seperti Amalia. Serta cottage di taman rekreasi seperti di Lembah Hijau dan Bumi Kedaton.

Di beberapa obyek wisata terutama pantai atau pulau-pulau kecil, biasanya tersedia homestay dan cottage sederhana. Misalnya Teluk Kiluan dan Pulau Pahawang.

Sapaan

Penduduk Lampung sejak lama begitu terbuka dengan pendatang. Sehingga masyarakat yang menetap di Lampung merupakan lintas suku yang ada di Indonesia.

Apalagi sejak lama, Lampung menjadi daerah transmigrasi. Panggilan "Mbak" untuk perempuan dan "Mas" untuk laki-kali yang umumnya dipakai masyarakat suku Jawa pun bisa dipakai pula di Lampung. Walaupun panggilan "Kak" untuk perempuan dan "Abang" untuk laki-laki juga bisa digunakan.

Kuliner

Kuliner khas Lampung adalah serba ikan dan juga sambal tampoyak dari durian. Sebagian besar masakannya mirip dengan masakan Palembang. Namun, masakan Jawa maupun Minang sangat mudah ditemukan di Lampung.

Oleh-oleh

Kripik pisang menjadi oleh-oleh andalan. Anda bisa datang ke sentra industri kripik untuk memilih beragam rasa kripik pisang. Bisa juga mampir ke Jalan Soekarno Hatta, di sini terdapat beberapa ruko yang menjual aneka oleh-oleh. Paling tenar adalah Toko Yeyen yang seperti toko-toko sebelahnya menjadi pusat oleh-oleh.

Anda bisa membeli pula aneka kerupuk, kopi luwak, sampai dodol dan manisan. Kopi Lampung dari jenis robusta harus menjadi benda wajib beli sebagai oleh-oleh.

Aneka kerajinan tangan seperti tapis yang merupakan kain sulam khas Lampung bisa Anda beli di Dekranas. Lampung juga memiliki kerajinan berupa patung kayu gajah. Gajah merupakan ikon Lampung.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana