Minggu, 21 Desember 2014

News / Travel

Derawan Gagal Gelar Sail 2013

Sabtu, 17 November 2012 | 11:18 WIB

BERAU, KOMPAS - Peluang Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menghelat Sail Derawan 2013 sudah tertutup. Namun, pemerintah pusat memberi kesempatan kepada Kaltim membuat acara di Berau untuk mendampingi Sail Komodo 2013. Kaltim mengambil kesempatan itu untuk mematangkan rencana Sail Derawan agar bisa digelar tahun 2014.

”Kami diberi kesempatan menyelenggarakan acara bersifat nasional dalam rangkaian Sail Komodo 2013. Kami lihat itu juga peluang. Berau bisa menggelar lomba memancing, jet ski, atau seminar. Namun, apa yang bisa kami adakan baru kami bahas dengan pemerintah pusat,” ujar Rohaini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Jumat (16/11/2012).

Kegiatan yang diselenggarakan di Berau sebagai pendamping Sail Komodo 2013 diharapkan bisa menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa Derawan siap menghelat Sail 2014. Bagi Berau, juga Kaltim, mengenalkan potensi bawah laut Derawan ke internasional sangat penting.

Kamis, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengunjungi Derawan. Menurut dia, pelaksanaan Sail Indonesia tahun depan dipusatkan di Pulau Komodo (Sail Komodo), tapi bisa bersamaan dengan agenda kegiatan di Derawan. Waktu penyelenggaraan Sail Komodo pada bulan Juni atau Juli tahun depan.

Kepala Humas Pemkab Berau, Mapasikra Mapaselleng berharap Pemprov Kaltim gencar mempromosikan Sail Derawan ke pusat. Berau dinilai layak karena telah siap secara infrastruktur, antara lain mengembangkan Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb dan pembangunan bandara kecil di Pulau Maratua, pulau terluar di wilayah Berau.

Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau terdiri atas sejumlah pulau utama, yakni Pulau Derawan, Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua. Pulau-pulau ini memiliki kekayaan bawah laut yang menakjubkan. Selain itu, pulau-pulau ini menjadi tempat favorit penyu bertelur setiap malam, dan menjadi tontonan menarik bagi wisatawan.

Pesona lainnya, yakni danau di tengah Pulau Kakaban yang menjadi habitat ubur-ubur. Hanya ada dua tempat seperti ini, yakni Kakaban dan Pulau Palau di Micronesia. ”Acara di Derawan akan menggerakkan perekonomian lokal,” ujar Camat Derawan, Zulfikar. (PRA)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: