Kamis, 24 April 2014

News / Travel

Pulang Kantor, Langsung ke Tasikmalaya

Sabtu, 1 Desember 2012 | 09:54 WIB

Baca juga

KOMPAS.com — Siapa yang tak kenal Kota Tasikmalaya? Berada di Provinsi Jawa Barat, Tasikmalaya merupakan destinasi wisata yang cocok, terutama untuk pelancong dalam negeri.

Kota Tasikmalaya menawarkan tempat-tempat belanja dengan produk unik nan cantik plus harga terjangkau. Barang bagus dan harga murah, inti dari wisata belanja yang disukai pelancong domestik. Sementara itu, Kabupaten Tasikmalaya memberikan pilihan wisata alam untuk sekadar melihat-lihat panorama alam dan aktivitas santai melepas lelah.

Akhir pekan ini, mampir saja ke Tasikmalaya. Jika Anda berada di Jakarta sebagai ibu kota negara, maka selepas pulang kantor langsung arahkan perjalanan ke Tasikmalaya. Tak perlu pulang ke rumah dulu, pun tak perlu berkemas terlalu banyak.

Cukup bawa baju tiga potong untuk tiga hari, pakaian dalam, celana panjang, baju tidur, jaket, dan obat-obatan pribadi. Perlengkapan mandi, Anda bisa pakai yang disediakan oleh hotel.

Pastikan bawaan Anda tak memuat terlalu penuh tas punggung Anda. Jangan lupa membawa tas lipat tambahan berukuran agak besar. Sebab, Anda tak mungkin tak tergoda untuk berbelanja di Tasikmalaya.

JUMAT. Perlu waktu tempuh sekitar enam jam perjalanan darat dari Jakarta ke Tasikmalaya. Jika dari Bandung, waktu yang diperlukan sekitar tiga jam. Maka dari itu, sampai di Kota Tasikmalaya pastilah sudah malam.

Saatnya memanjakan perut dengan hidangan mi bakso khas Tasik. Mi bakso bisa jadi salah satu unggulan kuliner Tasikmalaya. Mungkin mi baso terdengar biasa saja, tapi tunggu sampai Anda coba sendiri.

Salah satu yang bisa dicoba adalah Bakso Laksana di Jalan Pemuda. Mi buatan sendiri yang kenyal dan sambal bawang khas daerah ini menjadi keunggulan rasa Bakso Laksana.

SABTU. Pagi hari nikmati udara segar di Gunung Galunggung. Perlu waktu sekitar satu jam dari pusat kota Tasikmalaya menuju area parkir kawasan wisata Gunung Galunggung. Untuk menikmati kawahnya yang misterius ditutup kabut pagi, bersiaplah dengan stamina Anda.

Sebab, Anda harus menaiki tangga semen berjumlah 620 anak tangga. Dengan tangga yang terbilang curam dan menanjak, ini menjadi ibarat olahraga di pagi hari. Namun, panorama di atas terbayar sudah. Setelah turun, nikmati sarapan sederhana di warung-warung pinggir tempat parkir.

Masih cukup kuat? Arahkan perjalanan ke Kampung Naga. Lagi-lagi Anda akan menemukan anak tangga berjumlah ratusan. Tak perlu buru-buru, sambil menuruni anak tangga, nikmati panorama Kampung Naga yang masih asri.

Hamparan sawah membentang dan rumah-rumah dari bambu yang masih tradisional menambah kecantikan pemandangan. Penduduk di Kampung Naga masih hidup dalam cara tradisional yang diwariskan oleh para leluhur. Tak ada listrik di dalam kampung ini.

Selain Kampung Naga, Anda bisa mengunjungi beberapa pantai yang ada di Kabupaten Tasikmalaya seperti Pantai Cipatujah, Pantai Sindangkerta, Pantai Pamayangsari, dan Pantai Karangtawulan.

MINGGU. Saatnya puas berbelanja. Awali perjalanan ke pusat batik Tasikmalaya di Cipedes. Salah satunya yang bisa Anda kunjungi adalah Batik Deden. Warna-warni batik Tasikmalaya akan menggoda Anda untuk memborong kain-kain batik.

Harga bervariatif mulai dari Rp 35.000. Batik tulis tentu lebih mahal daripada batik cap. Selain kain, Anda bisa membeli baju jadi, baik busana untuk perempuan maupun laki-laki. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatannya.

Seteah itu, belanja Kelom Geulis. Sepatu terbuat dari kayu ini memang khas Tasikmalaya, harganya pun variatif mulai dari Rp 40.000. Anda bisa mencarinya di kawasan Taman Sari. Salah satu toko yang menjualnya adalah Shelly.

Belum lengkap kunjungan wisata belanja jika belum ke pusat industri bordir di kawasan Kawalu. Karena kerumitan pembuatan bordir dan lama pengerjaan, harganya tentu saja mahal, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Anda juga bisa membeli aneka busana bordir hingga sajadah dan perlengkapan rumah tangga seperti taplak dan penutup kursi. Jika masih ada waktu, maka sempatkan pula berbelanja Payung Geulis di kawasan dan anyaman Mendong.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana