Minggu, 21 Desember 2014

News / Travel

Wisata Indonesia (1)

12 Bulan, 12 Destinasi di Tahun 2012

Senin, 31 Desember 2012 | 17:16 WIB

KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2012, Kompas.com sudah mengunjungi berbagai daerah di Indonesia. Ada banyak cerita dan pengalaman menarik yang dijumpai saat mengangkat suatu destinasi wisata.

Banyak kabupaten maupun kota memiliki obyek wisata yang siap "jual". Namun tak sedikit pula yang masih sebatas potensi, bukan produk wisata. Kendala akses dan infrastruktur kerap ditemui. Belum lagi sumber daya manusia di bidang pariwisata yang belum mumpuni.

Hanya saja, tak pernah bisa dipungkuri, walau sering didengung-dengungkan, Indonesia begitu indah dengan segala pesonanya. Alam, budaya, orang, semua melebur jadi satu.

Berikut rangkuman beberapa destinasi di Indonesia yang pernah Kompas.com liput. Sebenarnya, ada lebih dari 12 destinasi, tetapi sengaja dipilih satu bulan satu destinasi, agar bisa menjadi referensi Anda untuk merencanakan perjalanan di tahun 2013.

Januari di Manado. Mengawali tahun, Kompas.com berkesempatan meliput Asean Tourism Forum (ATF) yang dihelat di Manado, Sulawesi Utara. Setelah 10 tahun, Indonesia kembali menjadi tuan rumah ATF.

Manado sebagai salah satu kota MICE yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkesempatan menjadi tempat pelaksanaannya. Ada banyak catatan penting mengenai kesiapan Manado sebagai penyelenggaraan MICE tingkat internasional.

Akses menuju Manado yang belum memadai karena pada saat itu tidak ada penerbangan langsung kecuali dari Singapura. Sampai urusan armada taksi yang sedikit untuk bisa melayani jumlah peserta yang banyak, belum lagi sumber daya manusia yang belum siap.

Namun, di luar itu semua, Manado memberikan kesan tersendiri jika berbicara sebagai destinasi wisata. Kuliner serba ikan yang khas sampai Bunaken yang tersohor dengan panorama bawah lautnya.


DANAU LINOW
Danau Linow di Tomohon, Sulawesi Utara. (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)

Manado juga dikelilingi daerah lainnya yang tak kalah cantik. Hanya sejam untuk merasakan sejuknya Kota Tomohon yang disebut sebagai kota bunga. Pagoda menjulang dengan latar Gunung Lokon, Danau Linow dengan warna-warni berganti nan cantik sampai kuliner ekstrem di Pasar Tomohon.

Februari di Bandung. Hotel-hotel di Bandung tumbuh pesat bak jamur di musim hujan. Setiap hotel menawarkan pengalaman menginap yang mengesankan. Mulai dari hotel ala gothic sampai hotel dengan desain kontemporer.

Persaingan tarif hotel pun tak terhindarkan. Di musim liburan, hotel-hotel di Bandung memang penuh, namun di luar itu, tarif harga pun bersaing ketat. Terlepas dari itu, Bandung selalu menawarkan hal baru bagi wisatawan.

MUSEUM GEOLOGI 22

Replika dinosaurus di Museum Geologi, Bandung. (Foto: KOMPAS IMAGES/Fikria Hidayat)

Mulai dari tempat-tempat kuliner jadul sampai restoran-restoran baru. Belum lagi tempat-tempat wisata, misalnya taman tematik hiburan seperti Trans Studio dan Kampung Gajah, sampai museum-museum yang banyak terdapat di Bandung. Kunjungan ke Bandung tak pernah membosankan.

Maret di Sumba Barat. Kunjungan di bulan Maret sengaja diarahkan ke sebuah pulau di Nusa Tenggara Timur. Setiap tahunnya, tradisi Pasola menjadi daya tarik wisata Pulau Sumba. Biasanya, wisatawan memadati Kabupaten Sumba Barat pada saat Festival Pasola.

Para lelaki naik kuda dan saling melempar lembing. Ya, Festival Pasola sebenarnya sarat akan kisah perang. Ada cerita cinta di balik kisah peperangan itu. Pasola ditandai dengan kehadiran nyale, sejenis cacing laut, di tepian laut.


pasola - bersorak karena berhasil mengenai lawan dengan lembing yang ia lempar
Tradisi Pasola di Sumba Barat (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)

Sebagai destinasi, Sumba Barat menawarkan kecantikan tersendiri. Pantai-pantai cantik dengan pasir putih sehalus tepung. Birunya lautan dan ikan-ikan segar siap dibakar untuk santapan tepi pantai. Sebut saja Pantai Rua dan Pantai Kerewe'e.

Keramahan penduduk Sumba Barat menjadi kisah tersendiri. Ada banyak desa ada di Sumba Barat, salah satu yang kerap dikunjungi adalah Kampung Tarung dengan kerajinan tenun khas Sumba. Rumah-rumah kayu beratap ilalang bersebelahan dengan batu-batu menhir tempat penguburan. Begitu eksotis nan magis.

April di Garut. Jauh sebelum berita tentang Bupati Garut Aceng begitu heboh di media, Kompas.com sengaja mampir di Garut pada bulan April. Sebuah festival bertajuk "Gebyar Garut Festival" digelar di kota ini. Aneka kesenian tradisional pun unjuk gigi, puncaknya adalah peragaan busana oleh domba.

Ya, domba diberi busana dan melenggang ala model di catwalk. Domba khas Garus memang ikon tersendiri. Deldom atau delman yang ditarik domba bisa dinaiki wisatawan di alun-alun kota Garut. Menu dari domba seperti sate domba juga menjadi daya tarik wisata kuliner di Garut.

Garut dan sekitarnya hadir dengan berbagai tempat wisata menarik. Coba kunjungi Candi Cangkuang, sebuah candi Hindu yang diperkirakan ada sejak abad ke-8 masehi. Lalu mampir di Kampung Pulo dekat candi, tempat keturunan penyebar Islam di Desa Cangkuang.

Belum lagi keelokan sebuah danau yang biasa disebut Situ Bagendit. Di daerah Cipanas, terkenal dengan pemandian air panas, cocok untuk relaksasi.


IMG_3007
Pengrajin dodol Garut. (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)

Aneka industri kreatif menjadi daya tarik tersendiri. Sebut saja dodol Garut, chocodot atau cokelat dodol khas Garut, sampai kerajinan akar wangi dan kerajinan kulit domba.

Mei di Samosir. Pulau Samosir berada di tengah Danau Toba, danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara. Cuaca yang cerah menjadikan bulan Mei sebagai bulan yang cocok mengunjungi kawasan Danau Toba di Sumatera Utara.

Perjalanan darat dari Kota Medan ke Danau Toba perlu waktu empat jam. Lalu cukup naik ferry dari Prapat menyeberang melewati Danau Toba selama satu jam di Pulau Samosir. Biru langit cerah seakan beradu dengan birunya air danau yang masih bening di sekitaran Pulau Samosir.

Penginapan nyaman namun murah dengan panorama lepas ke Danau Toba di kawasan Tuktuk. Berenang di Danau Toba sudah menjadi agenda wajib. Jangan lupa ke Menara Tele untuk melihat keseluruhan panorama Danau Toba. Lalu cicipi mi gomak, spaghetti-nya orang Batak.

jalan tele 3

Pengunjung Menara Tele melihat panorama Danau Toba. (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)

Samosir disebut-sebut sebagai tempat lahirnya suku Batak. Jadi, saat bertandang ke Samosir, menelusuri kekayaan tradisi suku Batak menjadi pengalaman yang mengesankan. Misalnya berkunjung ke Makam Raja Sidabutar, Batu Parsidangan, dan Museum Huta Bolon.

Agar lebih mengenal budaya Batak bisa mampir di sebuah kampung tua di Samosir. Bisa juga dengan menonton pertunjukan Sigale-gale di Tomok. Sedangkan wisata alam, bisa mampir ke Batu Marhosa, Goa Marlakkop, Pantai Ambarita, Aek Natonang, Pantai Pasir Putih, sampai pemandian air panas di dekat kota Pangururan.

Juni di Sentani.
Saat Festival Danau Sentani V digelar pada bulan Juni lalu, isu keamanan tengah merebak di Jayapura. Festival tahunan ini memang digelar di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Namun, desas-desus mengenai aman tidaknya Jayapura, seakan lenyap saat Kompas.com meliput festival ini. Keramahan penduduk Sentani saat menyambut wisatawan yang antusias menyaksikan budaya tradisional penduduk Sentani, menjadi nilai tersendiri.

Aneka pertunjukan seperti tari tradisional sampai lomba mengepang rambut khas masyarakat Papua begitu unik di mata wisatawan. Belum lagi kesempatan pelesir keliling Danau Sentani dengan kapal cepat.

Tak sekedar pelesir, namun mengunjungi pulau-pulau di danau dan melihat langsung kehidupan penduduk setempat. Mereka menyambut wisatawan dengan tari tradisional lalu mengajak mellihat pembuatan tembikar sampai papeda.


DANAU SENTANI
Tarian Sentani menyambut wisatawan yang datang. (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)

Di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura sendiri menyimpan beragam obyek wisata menarik. Mulai dari Monumen MacArthur dan obyek wisata lainnya yang sarat sejarah, lalu kecantikan pantai-pantainya seperti Pantai Tablanusu dan Pantai Harlen.

Kuliner berupa papeda dari sagu dan sup ikan kuning menjadi menu wajib coba. Aneka kerajinan seperti batik Papua, koteka, sampai patung-patung khas Papua dan lukisan dari kulit kayu dengan motif Sentani, menjadi cenderamata yang tak boleh terlewatkan. (bersambung)

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

 


Editor : kadek