Minggu, 26 Oktober 2014

News / Travel

Jumlah Turis ke Bali Melampaui Target

Rabu, 2 Januari 2013 | 18:45 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat jumlah wisatawan mancanegara pada 2012 ke Pulau Dewata melampaui target yang ditetapkan.

"Secara kumulatif kunjungan wisman sudah mencapai 2.888.864 orang. Jumlah ini sudah melampaui dari target 2,8 juta wisatawan. Jika dilihat secara teori, itu sangat sempurna," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Bagus Kade Subhiksu di Denpasar, Rabu (2/1/2013).

Berdasarkan data capaian kunjungan wisman itu, posisi teratas masih dipegang oleh turis Australia, disusul China, Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan. Jumlah wisatawan berasal dari Australia hingga Oktober 2012 mencapai 684.312 jiwa, sedangkan China 267.353 orang.

Menurut Subhiksu, salah satu penyebab tingginya kunjungan dari Australia karena letak wilayahnya yang paling dekat dengan Bali. Selain itu destinasi wisata di Pulau Dewata memang masih terjaga dengan baik.

Selain negara tersebut, pertumbuhan jumlah wisatawan yang positif juga ditunjukkan oleh pelancong dari Amerika dan Inggris.

Subhiksu mengatakan untuk wisatawan Amerika misalnya, pertumbuhan kunjungan selama 10 bulan sangat bagus, pada Oktober bahkan kunjungan naik hingga 33 persen.

Provinsi Bali pada 2013 menargetkan kunjungan wisatawan asing dapat mencapai 3,1 juta jiwa. Target tersebut sudah disesuaikan dengan kemampuan daya dukung Bali. "Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan kunjungan wisman berkisar dari 10-12 persen. Itu sudah bagus sekali," katanya.

Subhiksu optimistis bahwa target itu dapat terpenuhi mengingat berbagai infrastruktur penting seperti "underpass", jalan tol, hingga Bandara Ngurah Rai akan rampung pengerjaannya pada Juli 2013.

"Destinasi alam di daerah kita masih bagus, malahan beberapa waktu lalu Bali mendapat penghargaan yang diserahkan di Hongkong oleh sebuah majalah internasional ternama sebagai destinasi wisata terbaik," katanya.

Kunjungan wisman ke Bali cukup terdongkrak selain dari sisi budaya dan alam, juga berkat kegiatan internasional yang terselenggara dengan sukses.

Subhiksu menambahkan, persoalan kepariwisataan Bali yang masih ada saat ini antara lain menyangkut kemacetan dan konektivitas menuju berbagai destinasi wisata.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: