Jumat, 19 Desember 2014

News / Travel

Aroma Khas Nasu Kadundung

Jumat, 18 Januari 2013 | 15:17 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Bosan menikmati menu masakan di restoran atau di warung langganan Anda yang menunya itu-itu juga? Cobalah Nasu Kadundung, masakan khas Suku Pattae di Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang kaya vitamin, protein, karbohidrat dan gizi ini.

Aroma dan rasanya yang khas dijamin bisa memancing selera makan Anda. Perpaduan bumbu-bumbu alami seperti daun kedondong, pakis, lengkuas, cabe rawit dan bahan utama dari ayam kampong dijamin membuat masakan sehat ini layak menjadi referensi Anda.

Jika Makassar dan Jakarta terkenal dengan coto makassar dan soto betawinya, di Polewali Mandar populer dengan nasu kadundungnya. Mampir di kota tujuan wisata Polewali Mandar di Sulawesi Barat ini rasanya tak lengkap jika Anda tidak memanjakan lidah dengan masakan yang satu ini.

Nasu kadundung adalah masakan khas Suku Pattae di Polewali Mandar kini mulai dilirik sejumlah warga sebagai salah satu menu masakan yang memiliki cita rasa yang khas. Selain kaya gizi dan sehat karena tanpa penyedap rasa, nasu kadundung biasanya disajikan dengan ketupat atau nasi.

Bahan-bahan yang digunakan seperti daun kedondong muda, pakis, merica bawang merah dan putih, lengkuas, gula merah, serei, daun sup dan cabe rawit seluruhnya menggunakan bumbu alami atau tanpa bahan kimia.

Nasu kadundung dahulu populer disajikan pada saat acara pesta adat, sunatan atau pesta pengantin sebagai salah satu makanan khas. Namun kini mulai dilirik sejumlah warga sebagai salah satu potensi bisnis kuliner yang menjanjikan keuntungan.

Tak heran jika obyek wisata alam pemancingan di kawasan Rawamangun, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar kini mulai menyajikan nasu kadundung sebagai salah satu sajian khas mereka kepada para pengunjung atau wisatawan yang datang.

Aroma khas dan rasa asem daun kedondong yang kaya vitamin dan zat gizi membuat nasu kadundung makin dicari-cari para penikmatnya. Hamsir, salah satu penggemar nasu kadundung mengaku menggemari masakan ini lantaran rasa dan aromanya yang khas. Nasu kadundung juga dipercaya sehat dan bebas kolesterol. Pasalnya masakan ini menggunakan ayam kampung dan bebas penyedap rasa.

"Makanan khas Suku Pattae ini sudah lama dikenal sebagai sajian favorit di pesta-pesta sunatan atau pengantin, dan kini mulai banyak dijual di sejumlah warung yang menyajikan masakan khas," ujar Hamzir.

Hesti, pemilik warung nasu kadundung di kawasan pemancingan alam Rawamangun semula hanya coba-coba menawarkan menu masakan ini kepada para para pengunjung atau wisatawan yang datang ke lokasi pemancingan tersebut. Ternyata belakangan menu ini cukup diminati pengunjung.

"Cita rasa dan aromanya yang khas menjadikan makanan ini tak bisa dilupakan bagi siapa pun yang pernah mencoba merasakannya," ujar Hesti.

Harganya yang relatif murah dan terjangkau membuat masakan yang satu ini layak Anda coba. Untuk satu porsi nasu kadundung lengkap dengan ketupat atau nasinya hanya Rp 20.000. Tak heran jika nasu kadundung kini tak hanya dikenal di Polewali Mandar, tapi juga mulai dikenal di luar daerah seperti Majene, Mamuju, Pinrang bahkan Palu, Sulawesi Tengah.

Sejumlah lembaga atau instansi pemerintah yang pernah menggelar kegiatan di lokasi wisata kolam pemancingan Rawamangun langsung terkesan dan jatuh hati dengan sajian masakan khas masakan Polewali Mandar ini.


Penulis: Kontributor Polewali, Junaedi
Editor : I Made Asdhiana