Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Travel

Tarian Maku-Maku Jadi Warisan Nusantara

Jumat, 1 Februari 2013 | 19:14 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Tarian tradisional Maku-Maku yang berasal dari Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan seni ukir tradisional Patung Tanimbar asal Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) saat ini oleh pemerintah pusat telah dijadikan sebagai warisan nusantara.

Kepala Balai pelestarian nilai sejarah Ambon, Yuli Pattipeilohy kepada wartawan di Ambon, Jumat (1/2/2013) mengatakan, masyarakat Maluku perlu berbangga karena tari Maku-Maku dan seni ukir patung kayu hitam tumbur dan patung Amdasa Tanimbar sudah dijadikan warisan nasional.

"Pemerintah pusat telah menetapkan tari Maku-Maku dan seni ukir patung tanimbar sebagai warisan nusantara. Saya kira ini sesuatu yang sangat menggembirakan dan perlu diapresiasi," kata Yuli.

Yuli mengungkapkan, dengan ditetapkannya tari Maku-Maku dan seni ukir patung tanimbar sebagai warisan nusantara menandakan jika seni budaya di Maluku sangat mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Ia juga mengatakan jika hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Maluku. "Ini bentuk perhatian serius pemerintah pusat, dan saya kira ini sesuatu yang sangat membanggakan sekali," ujar Yuli.

Untuk itu ia berharap, agar seni tari dan seni ukir tradisional di Maluku yang merupakan peninggalan para leluhur agar dapat dijaga dan dilestarikan lagi sehingga warisan budaya tersebut tidak punah di kemudian hari.

"Yang paling penting peninggalan para leluhur berupa seni tari dan seni ukir dapat terus dijaga dan dilestarikan, itu yang harus diperhatikan," harapnya.


Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Editor : I Made Asdhiana