Senin, 22 Desember 2014

News / Travel

Adu Kerbau di Toraja

Selasa, 5 Maret 2013 | 11:28 WIB

HARI beranjak siang saat ribuan orang menyemut menuju tanah lapang di Desa Tiromanda, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, akhir tahun lalu. Mereka datang dari sejumlah wilayah di sekitar Toraja untuk menyaksikan mapasilaga tedong atau adu kerbau.

Acara digelar dalam ritual rambu solo atau upacara penguburan jenazah Bertha Mingu Kala’lembang, salah seorang keluarga bangsawan Toraja. Mapasilaga tedong dilangsungkan untuk memberikan penghiburan kepada keluarga yang berduka.

Saat kerbau atau tedong saling unjuk kekuatan di arena, sering kali para penonton merangsek untuk memberi dukungan. Selain itu, penonton yang ditabrak kerbau juga mewarnai ajang tersebut.

Ajang adu kerbau, selain menjadi bagian dari ritual adat rambu solo, juga digunakan sebagai ajang taruhan. Para petaruh berkeliling sambil membawa segepok uang, menantang taruhan untuk kerbau yang tengah diadu meskipun pada awal lomba panitia sudah mengumumkan larangan untuk bertaruh.

Kerbau yang sering menang dalam adu kerbau harganya setara dengan harga mobil.

Bagi masyarakat Toraja, kerbau memiliki posisi istimewa dan menjadi salah satu simbol prestise dan kemakmuran. (Hendra A Setyawan)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: