Kamis, 23 Oktober 2014

News / Travel

Indonesia, Jantung Keindahan Dunia...

Jumat, 8 Maret 2013 | 09:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengampanyekan Indonesia sebagai jantung keindahan dunia dalam bursa pariwisata terbesar dunia "Internationale Tourismus Bourse" (ITB) Berlin, Jerman, 6-10 Maret 2013.

"Slogan utama kami adalah Wonderful Indonesia, Jantung Keindahan Dunia," kata Menparekraf dalam sambutannya acara pembukaan ITB Berlin sebagaimana dikutip dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Menurut Mari, daya tarik Indonesia yang sesungguhnya adalah harmoni masyarakatnya yang hidup dengan budaya dan tradisi yang berbeda-beda. "Keselarasan dengan diri sendiri, alam, dan aspek lainnya sangat indah dan tertanam di hati masyarakat Indonesia," katanya.

Di antara keindahan tersebut, menurut Menparekraf, Indonesia memiliki delapan situs warisan budaya dunia yang diakui UNESCO, keanekaragaman hayati terbesar kedua dunia, Borobudur sebagai candi Buddha terbesar di dunia, serta keajaiban alam seperti Komodo.

"Selain itu juga keragaman pakaian, kuliner dan tradisi yang unik, serta perahu layar tradisional pinisi yang sampai saat ini masih dibuat di Sulawesi," katanya.

Pada ITB tahun ini, para pelaku industri baik hotel dan restoran, operator perjalanan swasta dan pemerintah, serta pemerintah daerah sebagai wakil Kementerian juga akan membantu memperkenalkan "Jantung Keindahan Dunia" tersebut.

Pertunjukan tarian dan musik tradisional dari berbagai daerah menampilkan gambaran 700 bahasa dan budaya dari 300 kelompok suku bangsa di Indonesia.

Tari Pakarena misalnya, tarian ritual Makassar (Sulawesi Selatan) yang bercerita tentang irama kehidupan dan hubungan dengan Tuhan diperkenalkan dalam event besar tersebut. Dalam kesempatan ini, Bali dan Kalimantan masing-masing diwakili oleh Tari Kecak dan Tari Dayak.

Dikombinasikan dengan peserta pameran dan program Pemerintah, Menparekraf berfokus pada keragaman nusantara dengan lebih dari 17.000 pulau, 300 suku bangsa dan alam yang berbeda-beda. "Ke depan, Indonesia ingin memperkuat daerah-daerah yang memiliki potensi wisata tinggi tetapi belum banyak dikenal sebagai tujuan wisata utama," katanya.

Tahun lalu, investasi di bidang pariwisata di Indonesia naik sekitar 200 persen mencapai sekitar 900 juta dollar AS.

Selain itu, Indonesia juga mencatat 8,04 juta kunjungan wisatawan internasional pada 2012 yang berarti meningkat 5,16 persen. Jumlah wisatawan Jerman meningkat 7,62 persen atau sebesar 152.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: