Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Permandian Para Putri Raja

Kompas.com - 09/04/2013, 11:36 WIB
Fitri Prawitasari

Penulis

KOMPAS.com — Kompleks permandian putri raja, itulah Taman Sari. Lokasi Taman Sari tak jauh dari Keraton Ngayogyakarta. Banyak wisatawan berkunjung ke Taman Sari.

Tiket masuk yang ditawarkan pun sangat murah, yaitu Rp 3.000 per orang. Tak sekadar tiket masuk yang murah, Taman Sari memiliki kisah sejarah yang sangat menarik di balik keindahan ukiran-ukiran temboknya.

Jika berkunjung ke sana, sebaiknya ditemani pemandu wisata. Tak sulit menemukan pemandu wisata di Taman Sari karena justru mereka menawarkan diri kepada wisatawan yang datang.

Taman Sari didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I. Mulanya Taman Sari disebut sebagai Istana Air, karena dulunya Taman Sari dikelilingi oleh danau. Bahkan untuk mencapai tempat ini, Sultan harus menyeberang terlebih dahulu menggunakan perahu.

Kini, danau tersebut telah diratakan dengan tanah dan menjadi rumah bagi para abdi dalem istana. Saat masuk ke bangunan utama Taman Sari, Anda akan disambut dengan dua kolam besar. Konon, kolam tersebut dulunya adalah tempat mandi para selir dan putri Sultan.

Sedangkan di sisi bagian dalam kompleks, ada satu kolam yang tertutup, terpisah dengan dua kolam di bagian luar. Menurut Nuning, seorang pemandu wisata, kolam itu merupakan tempat permandian khusus untuk Sultan.

Taman Sari bukanlah tempat tinggal Sultan, melainkan semacam pesanggrahan yang digunakan oleh Sultan sebagai tempat peristirahatan. "Sultan tidak setiap hari di sini, hanya kalau misalnya Sultan merasa penat, jenuh, dan ingin refreshing," tutur Nuning.

Di sisi lain di samping kolam, ada ruangan yang dulunya dipakai sebagai tempat istirahat serta ruang ganti baju Sultan. Kebanyakan, pintu-pintu di Taman Sari dibuat rendah. Hal ini karena menganut filosofi Jawa, yaitu andhap ashor, artinya supaya rendah hati dan saling menghormati.

Sebagai tempat persinggahan Sultan, Taman Sari tak hanya berisi tempat beristirahat, tetapi ada pula tempat ibadah. Ya, di area Taman Sari ada masjid yang dijadikan tempat ibadah kala itu.

Nuning mengungkapkan, uniknya, karena merupakan istana air yang dikelilingi oleh danau, masjid di Taman Sari pun letaknya lebih rendah daripada permukaan danau. "Jadi seperti shalat di bawah air," ujarnya.

Masjid dibagi dua, area atas untuk laki-laki dan area bawah untuk perempuan. Masjid berbentuk bulat dengan di tengah-tengahnya ada semacam kolam sebagai tempat mengambil wudhu.

Meski dahulu dikelilingi oleh air, ternyata Taman Sari juga memiliki jalan akses melalui darat. Jalan tersebut berada tak jauh dari masjid dan berupa lorong bawah tanah yang bisa langsung keluar menuju pintu belakang Taman Sari.

Bisa dibayangkan betapa luas dan indahnya Taman Sari pada masanya. Bahkan, hingga kini pun bangunan yang dirancang oleh arsitektur dari Portugal ini tetap memiliki sisi menarik di balik tembok-tembok istananya.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Travel Tips
Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Travel Update
Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com