Jumat, 19 Desember 2014

News / Travel

Hotel di Bali Terlalu Banyak

Selasa, 9 April 2013 | 13:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hotel di Bali mengalami over supply atau kelebihan persediaan hotel. Menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)  Yanti Sukamdani, di Bali sendiri ada sekitar 700 hotel.

"Ini sekitar 40 ribu kamar. Jadi sepertiga hotel di Indonesia itu adanya di Bali. Di Jakarta saja tidak sampai 3000 kamar. Belum lagi kalau homestay di Bali dihitung," jelasnya

Pihaknya sendiri sudah mengajukan keluhan pada Gubernur Bali. Sebab, beberapa hotel bahkan berdiri di tanah yang kecil tetapi dengan jumlah kamar yang banyak.

"Tanah cuma 400 meter, tapi bangun hotel dengan 200 kamar. Kualitas jadi tidak terkontrol. Tata ruang dan keseimbangan antara supply dan demand tak ada," kata Yanti.

Selain itu, lanjutnya, dengan kondisi jumlah hotel di Bali yang over supply, jalanan macet tak bisa dihindari. Apalagi saat ini Bali selatan sudah mengalami macet yang sangat parah.

"Itu harus ada manajemen traffic, seperti kendaraan tak masuk ke Kuta. Kalau crowded, orang pun tidak nyaman untuk meeting dan rekreasi di Kuta dan sekitarnya. Kita sudah laporkan keluhan ini ke Bupati Badung dan Pemda," kata Yanti.

Yanti menambahkan tingkat okupansi hotel di Bali saat ini cukup rendah. Hal tersebut juga karena efek over supply hotel yang terjadi di Bali. Hotel-hotel di Bali sebagian besar berada di wilayah selatan Bali, sementara wilayah utara masih relatif kosong.

"Tetapi wilayah utara belum ada Bandara. Ini hubungannya ke infrastruktur. Jalanan menuju sana juga sempit, akhirnya terasa jauh dan makan waktu. Kesiapan suatu destinasi itu memang infrastruktur yang harus disiapkan, selain juga SDM (sumber daya manusia) dan produk itu sendiri," jelasnya.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel


Editor : kadek