Kamis, 2 Oktober 2014

News / Travel

Catatan Perjalanan

Warsawa, Kota Seni dan Pengetahuan Ternama di Eropa

Minggu, 14 April 2013 | 16:17 WIB

oleh Tanto Kurniawan

Siapa yang tidak mengenal Warsawa? Ibukota negara Polandia yang bendera kebangsaannya sama dengan Indonesia, terletak sangat strategis di pusat negara-negara Eropa Timur. Kota ini sangat terkenal di era perang dingin sebagai pusat aliansi militer negara-negara Eropa Timur di bawah komando Uni Sovyet dengan nama Pakta Warsawa.

Warsawa sendiri sebenarnya bukan ibukota Polandia karena ibukota sebenarnya adalah Krakow. Warsawa dibangun pada abad ke-10 dan ke-11 di mana nama aslinya pada saat itu adalah Warszowa dan baru pada abad 17 diubah menjadi Warzawa atau Warsawa.

Pada tahun 1573, Raja Sigismundus Vasa III memindahkan ibukota Polandia dari Krakow ke Warsawa. Perang yang terjadi dengan Swedia antara tahun 1655-1658 berakhir dengan kekalahan Polandia sehingga negara itu dijajah oleh Swedia.

Setelah Polandia melepaskan diri dari Swedia, seorang arsitek ternama asal Belanda, Tylman Van Der Gameren didatangakan untuk merestorasi bangunan-bangunan di Warsawa dan karya-karyanya hingga kini menjadi bangunan-bangunan indah dan abadi di kota itu. Tylman bekerja pada saat Ratu Maria Kazimiera dan Raja Jan Sobieski III memerintah Polandia.

Sayangnya bangunan-bangunan indah di Warsawa dihancurkan oleh tentara Jerman yang menduduki serta menjajah Polandia pada tahun 1944. Pembangunan kembali dilakukan setelah berakhirnya perang. Kota tua (old town) yang merupakan kebanggaan Warsawa yang terletak di tepi sungai Vistula menjadi bagian terindah yang dikelilingi oleh rumah-rumah elegan dan taman-taman yang indah.

Di samping bangunan-bangunan indah yang bertebaran di seluruh sudut kota, Warsawa juga dikenal sebagai kota yang sangat inspiratif bagi para komponis musik klasik di daratan Eropa. Tidak mengherankan, sebab di kota ini pula dibuat monumen peringatan bagi Fryderyk Chopin, komponis musik klasik terkenal di dunia. Monumen tersebut terletak di taman Laziensky.

Sebenarnya tempat yang dipakai untuk mengenang Chopin adalah digereja Salib ( St Cross Church) d imana hati Chopin disimpan di sana. Namun atas usulan Warsaw Music Society pada tahun 1899 atau 50 tahun stelah wafatnya Chopin maka dibuatlah monumen mengenang komponis dunia tersebut.

Hasil karya Waclaw Szymamanowski itu diresmikan pada tgl. 14 November 1926 di mana dalam monumen itu ditampakkan Chopin sedang duduk di bawah pohon yang batang dan daunnya terembus angin seakan akan dia sedang mendengarkan suara alam.

Kalau Chopin merupakan komponis terkenal dunia yang lahir di Warsawa, ternyata kota ini juga memiliki figur lain yang tidak kalah tenar dari Chopin. Figur tersebut adalah Nicalaus Copernicus, seorang ahli astronomi yang sangat terkenal dalam ilmu pengetahuan dunia.

Patung Copernicus mengenakan toga dengan kompas di tangan kanan dan alat astrologi di tangan kiri dan kedua matanya menghadap ke arah langit dibangun di kompleks akademi ilmu pengetahuan tertua di Eropa yang terletak di kota Warsawa.                                            

Jangan mengira bahwa Warsawa adalah hanya kota tua yang terkenal dengan musik klasik dan pengetahuan saja. Generasi muda Warsawa tidak mau ketinggalan dengan rekan-rekannya di Paris, Roma, London dan Madrid dalam fashion. Musik dan gaya hidup.

Kafe bertebaran di mana-mana termasuk Hard Rock Cafe, mal dimana para kaum muda bertemu, bioskop serta sarana rekreasi semua tersedia dikota Warsawa. Terasa sekali budaya barat mendominasi kehidupan baik generasi tua maupun muda setelah lepas dari penguasaan Uni Sovyet.

Sopir-sopir taksi di Warsawa menyetel radio di dalam taksi mereka yang membawakan lagu-lagu barat terkenal. Lagu itu antara lain dinyanyikan Lionel Richie, "Say you say me, say it for always, that's the way it should be... Say you say me, say it together. Naturally..."


*) Tanto Kurniawan, presiden komisaris sebuah perusahaan properti di Indonesia, memiliki hobi jalan-jalan.


Editor : Robert Adhi Ksp