Jumat, 25 April 2014

News / Travel

Digelar, Silaturahmi Keraton Seluruh Nusantara

Jumat, 19 April 2013 | 17:45 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Forum Silaturahmi Keraton-keraton se Nusantara (FSKN), tengah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Agung II, pada 25-27 April 2013. Acara digelar di Gedung Candra Naya, di Jakarta Barat.

Pada Musyawarah Agung II ini, anggota FSKN akan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga baru sebagai hasil revisi yang sudah ada, selain juga menetapkan kepengurusan baru periode tahun 2012-2017.

"Kami sudah mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan Musyawarah Agung ke II ini. Waktunya tepat, karena segala sesuatunya telah disiapkan secara matang," ujar MHPPA Tedjo Wulan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang saat ini menjabat Ketua Umum Pengganti 2009-2012, di Candra Naya, Jakarta Barat.

Forum antara lain akan menetapkan AD/ART yang baru sebagai hasil revisi yang sudah ada, antara lain menambahkan adanya Pemerhati. Untuk itu Forum sangat mengharapkan dukungan masyarakat agar eksistensi FSKN tetap kuat demi melestarikan peninggalan sejarah bangsa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DKI, Dr Arie Budhiman, menyambut gembira pelaksanaan Musyawarah Agung ke II FSKN di Jakarta kali ini. Kegembiraan itu terkait akan datangnya para raja dari seluruh nusantara bersama-sama rombongan untuk menggelar berbagai kegiatan seni budaya, termasuk pameran budaya dan kuliner.

"Ini akan memperkaya khasanah seni budaya yang hidup dan berkembang di Jakarta, serta khasanah kuliner yang sudah ada di Jakarta, dan hal ini berkaitan erat dengan industri pariwisata," ujarnya.

Sebagai tari pembuka, Dinas Pariwisata DKI akan mementaskan tarian Betawi sebagai ucapan selamat datang serta akan mendatangkan Abang dan None Jakarta.

Pada kesempatan sama, Ir Naniek Widayati Priyomarsono, Ketua Panitya Penyelenggara Musyawarah Agung II FSKN menuturkan, selain menetapkan AD/ART baru sebagai hasil revisi dari yang sudah ada, nantinya juga dibahas mengenai program kerja jangka pendek selama satu tahun ke depan. Adapun untuk jangka panjangnya, yaitu sampai masa ke pengurusan berikutnya berakhir.

"Kami mengharapkan kehadiran 138 Raja Sultan Penglingsir dan Pemangku Adat seluruh Nusantara dari ujung Papua, yaitu Raja Ampat sampai Aceh. Musyawarah Agung ini sendiri merupakan pertemuan tahunan," kata Naniek.

Pameran kali ini akan dimeriahkan dengan pameran kuliner dari berbagai daerah, tempat keraton-keraton itu berada, benda pusaka, pakaian adat, serta industri kerajinan dari Dekranas, serta tampilan kerajinan tangan dari berbagai daerah.

Selain itu ada pameran lukisan batu dan lukisan kanvas yang hasil penjualannya sebagian untuk didonasikan kepada FSKN Penyelenggara Musyawarah Agung.

"Pameran kuliner akan menjadi ikon penting dalam perhelatan kali ini, karena melalui serangkain kegiatan kuliner dapat dibangun silaturahmi yang kental dan kuat serta sekaligus mengangkat kekayaan pariwisata," ujar pecinta dan kurator senior arsitektur kuno Indonesia ini.

Sebagai tuan rumah, CEO Green Central City, Ir Martono Hadipranoto mengatakan tujuan mulia ini perlu didukung untuk melestarikan seni dan budaya Indonesia di tengah serbuan budaya luar. Sebagai pengelola hunian superblok di kawasan Jalan Gajah Mada, ia sendiri berkeras mempertahankan cagar budaya Candra Naya sebagai situs bersejarah berumur dua abad.

"Kami bangga ikut mewarnai sejarah perkembangan kota Jakarta lewat acara ini," ujarnya.


Penulis: Latief
Editor : I Made Asdhiana