Rabu, 1 Oktober 2014

News / Travel

Satu Lagi, Hotel Baru di Panglima Polim

Rabu, 1 Mei 2013 | 15:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kawasan belanja ternama di Jakarta, yakni Melawai dipilih oleh jaringan operator hotel Archipelago International untuk meresmikan merek hotel terbarunya, Hotel NEO. Hotel NEO Melawai merupakan Hotel NEO ketiga setelah dibuka di kawasan Cideng (Jakarta) dan Legian (Bali).

"Karena Melawai merupakan daerah tujuan wisata juga, yang sampai saat ini wisatawan mancanegara, baik Jepang maupun Korea, dan saya yakin, apalagi wisatawan domestik masih sering datang ke sini untuk belanja," kata Manajer Hotel NEO Melawai Aldrin Siagian, saat ditemui di sela-sela pembukaan NEO Melawai, Selasa (30/4/2013) malam.

Sampai saat ini, lanjut Aldrin, Melawai juga masih menjadi pusat hiburan di Jakarta. Adapun konsep yang ditawarkan oleh Hotel NEO yang merupakan hotel kategori bujet berbintang 2+ (2 plus), yaitu klasik kontemporer, telah terlihat dari lobi hotel hingga restoran dan bar.

"Konsep NEO sendiri lebih kurang modern kontemporer. Kalau kita lihat lobi lebih putih dan masuk ke restoran sendiri warm sekali,  konsepnya klasik kontemporer. Saya yakin dengan konsep ini kami bisa memberikan warna atau pilihan lagi kepada para pelancong yang datang ke Melawai tentunya," kata Aldrin.

"NEO sendiri karena kami masuknya kategorinya bujet, kamarnya 18 meter persegi, free wifi, free coffee maker, mini bar dan save deposite box. Kita kategorinya bintang 2+. Bedanya (dengan bintang 2), mereka pakainya TV 26 inci kami 32 inci, mereka enggak ada mini bar, kami pakai mini bar," ujarnya.

Meski baru diresmikan, Aldrin menambahkan, Hotel NEO sudah mulai menerima tamu. Untuk saat ini, mereka kebanyakan menerima tamu yang berasal dari perusahaan, maupun penyedia perjalanan wisata online dan offline.

Hotel NEO yang berada di Jalan Panglima Polim Raya ini memiliki 88 kamar yang terbagi dalam 3 jenis, yakni standard room, superior room, dan deluxe room. Pada peresmian awal, NEO pun memberikan harga spesial kepada para tamu selama tiga bulan pertama.


Penulis: Fitri Prawitasari
Editor : I Made Asdhiana