Rabu, 22 Oktober 2014

News / Travel

Bandara Matahora Tingkatkan Kunjungan Wisata ke Wakatobi

Kamis, 2 Mei 2013 | 07:25 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Pembangunan Bandara Matahora di Pulau Wangiwangi terbukti meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke kawasan Taman Nasional Laut Wakatobi.

"Sepanjang tahun 2012, setiap wisatawan yang ke Wakatobi rata-rata dua sampai tiga kali," kata Bupati Wakatobi Hugua di Kendari, Kamis.

Total jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, yang berkunjung ke Wakatobi, Sulawesi Tenggara, sepanjang 2012 mencapai 9.000 orang dengan seluruh jumlah kunjungan sekitar 25.000 kali.

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah wisatawan ke Taman Nasional Laut Wakatobi yang sudah ditetapkan sebagai Cagar Biosfir Bumi oleh Unesco itu, setelah di kabupaten tersebut dibangun Bandara Matahora di Pulau Wangiwangi, Ibu Kota Kabupaten Wakatobi.

Saat awal bandara tersebut dibangun (2009), jumlah wisatawan yang ke Wakatobi berkisar 3.000 orang per tahun dengan jumlah kunjungan 6.000 hingga 9.000 kali.

Saat ini, jumlah wisatawan ke Wakatobi meningkat dan diperkirakan pada 2015 bisa mencapai 12.000 orang dengan jumlah kunjungan antara 30.000 hingga 40.000 kali.

"Untuk mencapai angka kunjungan wisata itu, kami Pemerintah Kabupaten Wakatobi saat ini tengah mempersiapkan Bandara Matahora untuk bisa didarati pesawat berbadan lebar sejenis Boeing, sehingga penerbangan di Wakatobi bisa menggunakan pesawat yang bisa memuat penumpang lebih banyak," katanya.

Selain mempersiapkan landasan pacu bandara, Pemkab Wakatobi juga mempersiapkan terminal bandara bertaraf internasional, sehingga bisa memberikan kenyamanan penumpang, terutama mereka yang menunggu keberangkatan pesawat.

Ia mengatakan Bandara Matahora saat ini dilayani dengan maskapai penerbangan Wings Air tiga kali seminggu, dengan kapasitas pesawat yang dioperasikan 72 dua tempat duduk.

Dalam waktu dekat, katanya, Pemerintah Kabupaten Wakatobi bekerjasama dengan maskapai penerbangan Wings Air menambah frekuensi penerbangan menjadi empat kali seminggu dan sekaligus membuka rute penerbangan Wakatobi-Bali dengan jadwal penerbangan dua kali seminggu.

"Kalau pengguna jasa penerbangan dalam dua kali seminggu itu sudah mulai padat, frekuensi penerbangan akan ditingkatkan menjadi setiap hari," katanya.

Ia mengatakan peningkatan jumlah kunjungan wisata ke Wakatobi, telah memberi kontribusi besar terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto Wakatobi hingga sekitar 40 persen, menggeser sektor perikanan yang sekitar 35 persen.

"Sebelumnya, sektor perikanan menjadi pemberi kontribusi terbesar terhadap PDRB Wakatobi, yakni sekitar 48 persen," katanya.


Editor : Robert Adhi Ksp
Sumber: