Selasa, 2 September 2014

News / Travel

Cirebon Berkembang Menjadi Wisata Budaya

Selasa, 7 Mei 2013 | 19:19 WIB

CIREBON, KOMPAS.com - Belakangan, Cirebon menggeliat menjadi salah satu kota destinasi tujuan wisata. Dengan memiliki beberapa keraton, salah satu kota di Jawa Barat tersebut berkembang menjadi destinasi wisata budaya. Hal tersebut diungkapkan oleh Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, di Keraton Kasepuhan, Cirebon, Selasa (7/5/2013).

"Cirebon sekarang berkembang menjadi  daerah tujuan wisata budaya. Berbagai turis dari Belanda dari Eropa dari Amerika dari Asia berkunjung ke sini," katanya.

"Keraton Kasepuhan sebagai pusat budaya dan sekarang menjadi obyek wisata. Luas keraton kurang lebih 25 hektar. Di sini (keraton) juga ada museum benda kuno," sambungnya.

Padahal sebelumnya, lanjut Arief, tak banyak orang yang berkunjung ke Cirebon. Kota ini hanya dijadikan "tempat transit" bagi wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya.

"Kalau dulu dilewat saja dari Jakarta dari Bandung biasanya ke Jogja ke Solo ke Bali, kita itu dilewatkan. Sekarang sudah banyak yang singgah di sini. TK, SD, SMP, SMA semua ke sini," katanya.

Di samping itu, selain sebagai wisata budaya, Sultan pun mengatakan, kini di Cirebon juga mulai berkembang menjadi wisata kuliner dan pendidikan.

"Penelitian S1, S2, S3 sudah banyak. Bulan ini sudah ada berapa penelitian. Jadi tiap tahun ini pasti ada penelitian, baikl S1, S2, S3 dari dalam maupun luar negeri," katanya.

Arief melanjutkan, "Jalan-jalan naik kereta api dari Jakarta jam 6 pagi, jam 9 sampai, jam 6 pulang lagi. Itu banyak sekali hampir setiap hari. Habis kuliner lalu ke Batik Trusmi ke Keraton dan lain-lain."

Sebelum menjadi wisata budaya, kuliner, bahkan pendidikan, dahulu Cirebon dikenal dengan tujuan wisata ziarah. "Sebelum ada pariwisata sudah ada tujuan wisata ziarah. Dari banten, dari Jakarta dan luar negeri banyak yang ziarah di sini," ujarnya.

Ada tiga tempat ziarah di Cirebon ini, yaitu makamnya Sunan Gunung Jati, Masjidnya Sunan Gunung Jati di depan keraton dan rumah Sunan Gunung Jati.

Meski dikenal sebagai pusat penyebaran Agama Islam, namun masyarakat Cirebon sangat multikultur, ditandai dengan beragamnya masyarakat di sana. "Walaupun kita ketahui di Cirebon ini adalah pusat Agama Islam tapi toleransinya sangat tinggi. Oleh karena itulah, semua etnis, semua suku, semua agama ada di sini," tambah Arief.


Penulis: Fitri Prawitasari
Editor : I Made Asdhiana