Jumat, 31 Oktober 2014

News / Travel

Sate dan Senjata Para Dewa

Kamis, 9 Mei 2013 | 16:17 WIB

Berita Terkait

SATE atau sesate merupakan salah satu sarana upakara Hindu di Bali. Biasanya sate dibuat sehari sebelum hari raya Galungan dan Kuningan, tepatnya saat penampahan atau hari pemontongan hewan persembahan.

Sate menyimbolkan bentuk-bentuk alat perang. Dalam buku Dharma Caruban, Tuntunan Membuat Olahan/Bebanten karya Wayan Budha Gautama disebutkan ada sembilan macam sate dalam Galungan. Namanya sate penawa-sangan, yang melambangkan senjata Sang Hyang Nawa Dewata atau sembilan dewata yang berada di sembilan penjuru mata angin.

Ada juga sate yang disuguhkan untuk para tamu, yakni sate linggih. Daging yang digunakan biasanya daging bebek atau babi. Yang termasuk sate linggih antara lain sate lembat dan sate empol. Biasanya daging dililitkan pada batang serai sehingga disebut sate lilit. Sate ini menggambarkan bahwa masyarakat Bali tidak bisa diceraiberaikan.

Berikut sembilan macam sate tersebut.
1. Sate Asem, terbuat dari lemak, usus halus atau jeroan lainnya. Ia merupakan simbol Cakra, senjata Dewa Wisnu.
2. Sate Suduk Ro, terbuat dari daging. Ia melambangkan Angkus, senjata Sang Hyang Sankara.
3. Sate Jepit atau sate lembat merupakan simbol Bajra, senjata Dewa Iswara.
4. Sate Jepit Balung melambangkan Naga Pasa, sebagai senjata Sang Hyang Mahadewa.
5. Sate Kuung dibuat dari lemak yang menempel pada kulit atau daging. Sate ini juga disebut sate cempaka karena bentuknya menyerupai bunga cempaka. Sate ini simbol Padma, senjata Sang Hyang Siwa.
6. Sate Srapah terbuat dari lambung babi atau jeroan lainnya. Sate ini melambangkan Dupa, senjata Sang Hyang Mahesora.
7. Sate Sepit Gunting terbuat dari lemak yang menempel pada kulit babi dan hati. Setelah direbus matang kemudian digoreng hingga kering. Sate ini merupakan simbol Trisula, senjata Dewa Sambu.
8. Bahan sate letlet adalah daging yang digiling lumat, dicampur dengan santan kental dan diisi bumbu. Sate ini melambangkan Moksala, senjata Dewa Rudra.
9. Sate lembat dibuat dari serat daging paha, ditumbuk atau digilas halus, dicampur bumbu ulig (bumbu yang digilas), diisi kelapa yang telah diparut. Sate ini simbol Gada, senjata Dewa Brahma. (Bey Julianery/Litbang Kompas)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : I Made Asdhiana
Sumber: