Selasa, 29 Juli 2014

News / Travel

Meningkat, Wisatawan ke Danau Kelimutu

Rabu, 22 Mei 2013 | 08:29 WIB

ENDE, KOMPAS - Danau Kelimutu berupa tiga danau dengan warna permukaan yang berbeda semakin populer sebagai tempat tujuan wisata. Jumlah wisatawan ke sana semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hanya saja, meningkatnya jumlah wisatawan yang datang juga menyumbang dampak negatif.

Kepala Resor Taman Nasional Danau Kelimutu, Mansur mengemukakan, dampak negatif itu berupa sampah yang ditinggalkan wisatawan. ”Meskipun, saat ini kesadaran wisatawan untuk tidak meninggalkan sampah semakin tinggi. Akan tetapi, masih saja ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan,” kata Mansur kepada Kompas di Taman Nasional Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/5/2013).

Jumlah pengunjung per tahun pada tahun 2011 dan 2012 sekitar 12.000-15.000 orang. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, jumlah pengunjung sekitar 9.000 orang per tahun.

Untuk masuk ke kawasan Danau Kelimutu ini, wisatawan harus membayar retribusi. Untuk wisatawan domestik, setiap orang membayar Rp 2.500, mobil Rp 6.000 per unit, dan sepeda motor Rp 3.000 per unit.

Adapun untuk wisatawan asing sebesar Rp 20.000 per orang. Sepanjang tahun 2012, Taman Nasional Danau Kelimutu menyetorkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 800 juta. Dana pungutan retribusi itu disetorkan seluruhnya ke Kementerian Kehutanan.

Menurut John Mbulu, pedagang kopi di Taman Nasional Danau Kelimutu asal Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, tamu mancanegara ramai sejak satu tahun terakhir. Pada puncak musim wisatawan Juni-Agustus, dia bisa menjual 20 bungkus kopi per hari. Penghasilan kotornya Rp 100.000 per hari.

Steve (40), turis asal Jerman, mengaku sangat terkesan dengan pemandangan Danau Kelimutu yang untuk pertama kalinya ia saksikan. Ia bersama tujuh rekannya dari Jerman tinggal selama dua hari di Kelimutu.

Menurut dia, pesona Danau Kelimutu yang warna-warni adalah pemandangan langka di dunia.

”Ini pertama kali saya datang ke Indonesia. Sebelumnya, saya ke Yogyakarta, Gunung Bromo, dan Bali. Kelimutu menyuguhkan pemandangan yang unik, sangat mengesankan. Mungkin saya akan berkunjung ke sini lagi suatu saat nanti,” kata Steve, yang membaca informasi tentang Kelimutu dari internet.

Wisatawan domestik, Jack Madewa (42), warga Cilandak, Jakarta Selatan, yang sedang bertugas di Ende, menyempatkan mengunjungi Danau Kelimutu.

”Alam di Flores ini memiliki kekhasan, seperti Danau Kelimutu. Flores kaya obyek wisata alam, ya inilah karunia Tuhan,” kata Jack. (MUK/IDR/OTW/HAM/SEM/APO/MKN)

 


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: